Disebut Ratu Bajak Laut, Susi Pudjiastuti Semprot Faizal Assegaf

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti saat memberikan orasi pada aksi Tolak Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Taman Aspirasi, Monas, Jakarta, Ahad, 21 Juli 2019. Menurut Susi menghimbau masyarakat agar tidak menggunakan plastik sekali pakai agar laut Indonesia tidak tercemar oleh sampah plastik. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti saat memberikan orasi pada aksi Tolak Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Taman Aspirasi, Monas, Jakarta, Ahad, 21 Juli 2019. Menurut Susi menghimbau masyarakat agar tidak menggunakan plastik sekali pakai agar laut Indonesia tidak tercemar oleh sampah plastik. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti geram dengan komentar sembarangan yang dilontarkan akun Twitter @faizalassegaf di berbagai media. Tak tinggal diam, menteri yang dikenal dengan jargon "Tenggelamkan!" inipun menyemprot netizen yang menuduhnya sembarangan di Twitter, sambil melampirkan berita lima tahun silam dari Tempo.co

    "Makanya BACA lengkap sampai dengan selesai!!!! Sebelum menghujat orang sembarangan!!!!," tulis Susi di akun Twitternya @susipudjiastuti sambil mengunggah berita Tempo.co pada Ahad, 11 Agustus 2019.

    Berita berjudul "Menteri Susi Ternyata Pernah Jadi Buronan Polisi" itu tayang lima tahun silam, tepatnya pada 11 November 2014. Cuitan Susi yang menohok sambil melampirkan berita Tempo.co itu untuk merespons akun Faizal yang menghujat Susi sebagai ratu bajak laut, karena pernah jadi buronan polisi.

    Padahal dalam berita yang dimuat Tempo.co itu, Susi Pudjiastuti mengatakan pernah diburu oleh aparat sebuah kepolisian resor di Sumatera Utara karena ketahuan membawa 5 ton solar bersubsidi dari Medan ke Simeuleu, Aceh. Hal itu dia sampaikan saat bertemu dengan sejumlah pengusaha perikanan di kantornya.

    Namun, kata Susi, dirinya saat itu tidak berniat menyelundupkan solar, yang seharusnya digunakan oleh nelayan kecil. "Solar itu  justru saya berikan untuk nelayan di Simeuleu, karena di sana susah mendapatkannya," kata Susi Pudjiastuti.

    Selain untuk nelayan, Susi mengatakan solar tersebut digunakan untuk menyalakan generator listrik. "Agar listrik penduduk bisa menyala," ujar dia. Saat itu, Susi Pudjiastuti masih menjabat sebagai Direktur Susi Air.

    Dalam kesempatan itu Susi juga mengutarakan opini bahwa bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi merupakan sumber maksiat. Sebab, BBM bersubsidi banyak dinikmati oleh kapal-kapal asing. "Bahkan ada kapal dinas pemerintah yang menjual solarnya di tengah laut, makanya jarang berpatroli," ujar Susi Pudjiastuti blak-blakan.

    HENDARTYO HANGGI | HUSSEIN ABRI YUSUF

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.