Menhub Puji Gojek dan Grab, Tapi Minta Jangan Didemo

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan pilot pemegang izin single engine class rating Vincent Raditya manggung bareng dalam acara silaturahmi bersama mitra pengemudi Gojek dan Grab Indonesia di kompleks lapangan parkir Senayan, Jakarta, Ahad, 11 Agustus 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan pilot pemegang izin single engine class rating Vincent Raditya manggung bareng dalam acara silaturahmi bersama mitra pengemudi Gojek dan Grab Indonesia di kompleks lapangan parkir Senayan, Jakarta, Ahad, 11 Agustus 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO. CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memuji mitra pengemudi Gojek dan Grab Indonesia yang bersaing secara kompetitif. Bahkan, ia memandang selama ini keduanya terlihat kompak kendati bernaung di dia perusahaan aplikasi berbeda.

    "Aplikator (manajemen dan mitra) kompak semua ada di sini. Keren. Dua-duanya keren," kata Budi Karya dalam sambutannya saat menggelar silaturahmi bersama mitra pengemudi ojek online di lapangan parkir Senayan, Jakarta Pusat, Ahad, 11 Agustus 2019.

    Saat ini, perusahaan aplikasi ojek online di Indonesia memang hanya dikuasai oleh dua aplikator, yakni Gojek dan Grab Indonesia. Mengutip Presiden Joko Widodo, Budi Karya mengatakan keduanya mesti dijaga keberadaannya lantaran telah berjasa memberikan alternatif di bidang transportasi.

    Setelah memuji, Budi Karya lalu merayu supaya para mitra kooperatif terhadap kebijakan, baik yang ditetapkan aplikator maupun regulator. Ia meminta mitra pengemudi mengedepankan musyawarah bila menghadapi problem.  "Jangan demo dong," ujar Budi Karya setengah berkelakar, yang langsung disambut sorak-sorai para pengemudi Gojek dan Grab

    Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi juga meminta pengemudi kooperatif terhadap tarif ojek online yang telah diketok palu. Ia mengatakan, belakangan pemerintah telah menampung aspirasi mitra pengemudi untuk menaikkan tarif ojek online.

    Tarif ojek online itu diatur dalam Perhubungan Nomor 348 tahun 2019. Dalam beleid tersebut, sistem tarif anyar ojek online ini dibedakan menjadi tiga zona, yakni zona I, II, dan III. Tarif batas bawah untuk zona I yang meliputi wilayah Sumatera, Jawa (tidak termasuk Jabodetabek), dan Bali ditetapkan sebesar Rp 1.850. Sedangkan biaya jasa batas atas untuk zona tersebut ialah Rp 2.300.

    Aturan untuk ojek online atau Gojek dan Grab itupun diterapkan bertahap di seluruh Indonesia. Pada pekan lalu, Kemenhub telah melalukan perluasan kebijakan tarif di 88 kota.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.