Destry Damayanti Yakin CAD Bisa Turun Sampai 2,5 Persen PDB

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti usai menyaksikan pemotongan hewan kurban Idul Adha di kompleks kantor Bank Indonesia, Jakarta, Ahad, 11 Agustus 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti usai menyaksikan pemotongan hewan kurban Idul Adha di kompleks kantor Bank Indonesia, Jakarta, Ahad, 11 Agustus 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti optimistis defisit transaksi berjalan atau current account deficit  (CAD) akan menurun pada akhir 2019. Dia memperkirakan CAD ini bisa berada di kisaran 2,5- 3 persen dari produk domestik bruto atau PDB.

    "Kami akan terus berupaya, BI tidak bisa sendiri karena banyak terkait dengan sektor riil," kata Destry saat ditemui usai penyembelihan hewan kurban di Kompleks Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Ahad, 11 Agustus 2019.

    Dia memastikan apa yang menjadi tugas dan fungsi BI tetap berjalan baik, seperti menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menambah likuiditas. Menurut dia, beberapa instrumen juga sudah BI keluarkan yang sifatnya untuk menambah likuiditas di valas.

    "Termasuk juga yang sifatnya hedging instrumen. Nah itu sudah dikeluarkan oleh BI dan selama ini respon pasar cukup positif. Seperti DNDF, jadi kita lihat DNDF sekarang sudah banyak pelaku pasar masuk ke DNDF, insead of DNDF yang berada di luar atau Singapore," ujarnya.

    Sebelumnya, BI mencatat defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan II 2019 melebar. Kondisi ini dipengaruhi oleh perilaku musiman repatriasi dividen, pembayaran bunga utang luar negeri, serta perekonomian global yang kurang menguntungkan.

    BI mencatat defisit neraca transaksi berjalan meningkat, dari US$ 7,0 miliar atau 2,6 persen dari PDB pada triwulan 1 2019, menjadi menjadi US$ 8,4 miliar atau 3 persen dari PDB. Selain repatriasi dan pembayaran bunga utang, pelebaran defisit juga terjadi akibat harga komoditas yang turun.

    Destry Damayanti mengatakan, secara bertahap BI akan terus mengembangkan instrumen-instrumen keuangan untuk menambah likuiditas.

    HENDARTYO HANGGI | FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.