Idul Adha, Menhub Akan Ajak Sopir Ojek Online Makan Sate di Senayan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengemudi ojek online menunggu penumpang di Stasiun Karet, Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019.Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat atau ojek online. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah pengemudi ojek online menunggu penumpang di Stasiun Karet, Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019.Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat atau ojek online. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berencana mengajak mitra pengemudi ojek online dari dua perusahaan aplikasi, Grab Indonesia dan Gojek, merayakan Idul Adha bersama sambil mengembul sate pada Minggu sore, 11 Agustus 2019. Acara itu digelar di kompleks Lapangan Parkir Tugu Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat.

    "Acaranya ya makan bareng aja, makan sate sambil sharing (berbagi), apa yang harus kita buat untuk mereka," ujarnya saat ditemui seusai salat Idul Adha di Masjid Salahuddin kompleks perumahan Widya Chandra, Jakarta Pusat, Ahad, 11 Agustus 2019.

    Budi Karya mengakui, ini kali pertama ia menggelar acara khusus bersama sopir ojek online saat Idul Adha. Tahun-tahun sebelumnya, Lebaran Haji mantan bos PT Angkasa Pura II itu hanya diisi dengan kumpul bersama keluarga atau mengunjungi kampung halaman.

    Ada banyak hal yang ia harapkan dari pertemuan itu. Budi Karya mengatakan, perjumpaannya dengan para sopir ojek online dalam momentum Idul Adha mampu menghasilkan komunikasi dua arah terkait kebijakan dan tata kelola.

    "Kalau sekarang kan kita tengah mengatur ojek online, pasti ada hal-hal yang belum cocok. Kalau ada silaturahmi, kita bisa dengar sesuatu," ucapnya.

    Budi Karya yakin, dengan silaturahmi, persoalan yang selama ini dihadapi oleh mitra pengemudi dapat langsung disampaikan kepada pemangku kebijakan maupun aplikator. Pemerintah pun, kata dia, bisa membatu bila pengemudi berproblem dengan kebijakan aplikator.

    Dengan silatirahmi, buntutnya, kata dia, 90 persen masalah dapat teratasi. "Yang penting esensinya di tengah Idul Adha saya silaturahmi dengan masyarakat yang relevan dengan tugas saya," ujarnya.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.