Menteri Retno Marsudi Ajak Diaspora Berinvestasi di Indonesia

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi didamping Sekjen ASEAN Datuik Lim Jock Hoi dan Menlu Retno Marsudi menyaksikan maket gedung baru Sekretariat Jenderal ASEAN di Jakarta, 8 Agustus 2019.  [KEMENLU-INFOMED]

    Presiden Jokowi didamping Sekjen ASEAN Datuik Lim Jock Hoi dan Menlu Retno Marsudi menyaksikan maket gedung baru Sekretariat Jenderal ASEAN di Jakarta, 8 Agustus 2019. [KEMENLU-INFOMED]

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengajak orang-orang Indonesia di luar negeri alias diaspora untuk menanam investasi di Indonesia. Dengan demikian para diaspora bisa berkontribusi untuk pembangunan di Tanah Air.

    "Banyak juga teman-teman diaspora kita yang banyak memiliki uang, jangan lupa dengan ajakan kita, tanamlah uangmu di Indonesia," ujar Retno di Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu, 10 Agustus 2019.

    Menurut Retno, praktik ini juga telah dilakukan di beberapa negara besar, yang diasporanya sudah membawa duitnya untuk berinvestasi di tanah asalnya. "Kita tahu yang terjadi di Cina dan India itu adalah diaspora mereka pulang membawa uang untuk berinvestasi di Indonesia."

    Bukan hanya menanam duit di Tanah Air, Retno juga mengajak para diaspora Indonesia untuk mau membantu mempromosikan agar para pemodal asing mau berinvestasi di Indonesia. Sembari itu, ia mengatakan pemerintah juga memiliki pekerjaan rumah untuk melakukan reformasi dan membuat iklim investasi du Indonesia lebih kondusif. "Sehingga pada saat teman-teman diaspora membantu mempromosikan investasi, di dalamnya juga sudah siap."

    Ke depannya, Retno mengatakan pemerintah bakal terus berkolaborasi dengan diaspora Indonesia agar mereka mau berkontribusi membangun Indonesia, baik dalam percepatan pembangunan fisik maupun sumber daya manusia. Untuk mencapai kerjasama itu, ia mengakui pentingnya ada basis data dan pemetaan diaspora di seluruh dunia.

    "Data base ini sangat penting karena dengan data ini peta talenta diaspora Indonesia dapat terlihat dengan jelas, contohnya pada saat kita perlu seorang atau dua orang ahli pertanian yang dapat menanam padi dengan yield lebih tinggi, dengan data ini kita bisa ke mana menghubungi teman-teman kita untuk meminta saran, konsultasi, dan lainnya," ujar Retno.

    Sebelumnya, Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Loto Srianita Ginting mengatakan terdapat banyak WNI di luar yang belum akses terhadap investasi.

    Selain itu, Loto juga mengatakan diaspora Indonesia di luar negeri memiliki penghasilan yang cukup tinggi dibandingkan dengan yang di Indonesia.

    Meski demikian, Loto mengatakan hingga saat ini pihaknya masih belum mengetahui seberapa besar jumlah diaspora Indonesia beserta potensi investasinya. "Datanya masih scattered, masih belum bisa dipetakan dan itu kita gali terus," kata Loto, Kamis, 1 Agustus 2019.

     

    CAESAR AKBAR | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.