5 Upaya Kementerian Pertanian Genjot Ekspor Produk Pertanian

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melepas ekspor produk pertanian sebanyak 10,5 ribu ton di tempat pemeriksaan fisik terpadu CDC Banda, Pelabuhan Tanjung Priok pada Selasa, 6 Agustus 2019.

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melepas ekspor produk pertanian sebanyak 10,5 ribu ton di tempat pemeriksaan fisik terpadu CDC Banda, Pelabuhan Tanjung Priok pada Selasa, 6 Agustus 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertanian RI berjanji meningkatkan pelayanan dan mempermudah kegiatan ekspor komoditas agrikultur.

    Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil mengatakan lembaganya akan mempermudah untuk pembukaan pintu ekspor. Bahkan kalau perlu menjemput bola langsung. “Kita permudah ekspor. Harus kita dorong, kita datangi dan jemput bola,” katanya dalam siaran resmi Sabtu, 9 Agustus 2019.

    Menurutnya, ada lima strategi yang disiapkan untuk meningkatkan ekspor produk pertanian. Pertama, memberikan kemudahan bagi eksportir dalam perizinan melalui OSS (one single system) atau program perizinan terpadu, sehingga prosesnya bisa lebih cepat.

    Kedua, mendorong generasi milenial untuk menjadi eksportir melalui program Agro Gemilang. Dalam program itu, pemerintah memberikan bimbingan teknis terkait SPS (Sanitary Phyto Sanitary), persiapan di lapangan dan bimbingan dalam good handling practices (GHP).

    “Kita konektivitas dengan daerah dan petani. Untuk GAP (Good Agriculture Practices) ada di dinas dan GHP tugasnya pemerintah pusat,” katanya.

    Strategi ketiga adalah membuat kebijakan Inline inspection yakni Badan Karantina Pertanian melakukan kunjungan langsung ke eksportir, dari tingkat budidaya hingga penanganan pascapanen sehingga mempermudah pelaku usaha dalam menangani produk yang akan diekspor.

    Keempat yaitu program I-Mace (Indonesian Maps of Agriculture Commodity Export) atau peta komoditas ekspor pertanian Indonesia guna mengetahui data sentra komoditas pertanian dan berpotensi ekspor. Bahkan di I-Mace juga terdapat data produk pertanian yang diekspor dan negara tujuannya.

    “Harapan kita dengan I-Mace bisa digunakan sebagai bahan kebijakan gubernur dan bupati untuk membangun pertanian di daerahnya. Misalnya dengan membangun kawasan sentra produksi pertanian yang berpotensi ekspor,” kata Ali Jamil.

    Strategi kelima adalah penerapan elektronik sertifikat (E-Cert), sehingga produk pertanian yang diekspor lebih terjamin.

    “Jadi negara tujuan ekspor akan menerima sertifikasi secara online, kemudian langsung diperiksa dan diteliti. Setelah semua Ok, barang bisa jalan. Jadi barang tidak akan ditolak di negara tujuan,” ujarnya.

    Direktur PT Cakrawala Skyline Indah Sofiati mengatakan ekspor produk jeruk purutnya ke Prancis sangat terbantu di awal membangun bisnisnya. “Bagi kami, masalah perizinan dan karantina tidak ada masalah. Sangat bagus sekali. Ekspor jeruk purut ke Eropa berjalan baik,” kata Indah.

    Namun tantangan terberat ekspor jeruk purut adalah biaya kargo transportasi dan tengkulak. Indah mengatakan pasokan jeruk purut berasal dari tengkulak sehingga harganya cukup tinggi. Selain itu, tidak mudah bagi dirinya untuk bermitra langsung dengan petani karena kehadiran tengkulak.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.