Aliran Modal Asing Rp 179 T, Berkurang karena Kebijakan Trump

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo seusai salat Jumat di kompleks kantor Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat, 26 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo seusai salat Jumat di kompleks kantor Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat, 26 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan aliran modal asing hingga 8 Agustus 2019 mencapai Rp 179,6 triliun dengan rincian Rp 113,7 di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Rp 65,9 triliun di pasar saham. Menurut dia, kondisi ini menunjukkan bahwa investor asing masih percaya pada prospek perekonomian Indonesia. “Kebijakan yang ditempuh masih cukup baik,” kata dia di Gedung BI, Jakarta Pusat, Jumat, 9 Agustus 2019.

    Meski demikian, angka ini bukanlah yang tertinggi. Pada 2 Mei 2019, BI mencatat aliran modal asing telah mencapai Rp 131,1 triliun. Di akhir bulan, 31 Mei 2019, aliran modal asing yang tercatat justru turun menjadi Rp 112,98 triliun. Barulah pada Juni 2019, aliran modal kembali naik dan mencapai Rp 180 triliun hingga akhir bulan.

    Lalu pada 4 Juli 2019, BI mencatat aliran modal asing kembali turun menjadi Rp 170,1 triliun. Barulah pada 25 Juli 2019, aliran modal kembali naik, tembus hingga Rp 192,5 triliun. "Ini terdiri dari Rp119,3 triliun untuk SBN [Surat Berharga Negara] dan Rp72,2 triliun untuk saham," kata Perry di Gedung BI, Jumat, 26 Juli 2019.

    Perry mengakui, masih ada faktor teknis yang membuat aliran modal ini keluar masuk dari Indonesia. Terakhir, aliran modal sempat membuat aliran modal keluar dari Indonesia setelah Presiden Amerika Serikat Donadl Trump mengenakan tarif impor tambahan sebesar 10 persen  atas barang-barang asal Cina senilai US$ 300 miliar. Jumlah ini lebih dari separuh ekspor Cina ke Amerika yang sebesar US$ 500 miliar.

    Tarif dari Trump ini pun dibalas Presiden Cina Xi Jinping. Kementerian perdagangan China mengatakan Beijing akan melawan dengan langkah-langkah "kualitatif" dan "kuantitatif" jika Amerika Serikat menerbitkan daftar tambahan tarif atas barang-barang Tiongkok. Sebab, Cina juga mengimpor barang senilai US$ 129,89 miliar dari Amerika.

    Kondisi seperti inilah yang membuat aliran modal asing di Indonesia sering keluar masuk. “Karena memang investor itu ada yang keluar masuk, itu biasa,” kata Perry. Namun, ia memastikan tetap ada investor jangka panjang dan menengah yang tetap menempatkan modal mereka di Indonesia. Ini tercatat dari data BI yang menunjukkan transaksi modal dan finansial sepanjang semester pertama 2019 masih surplus US$ 17 miliar dari semester pertama 2018 yang sekitar US$ 5,3 miliar.

    Perry menyebut premi resiko investasi di Indonesia masih tetap rendah. Kondisi ini tampak pada Credit Default Swap (CDS) untuk 5 tahun yang sekarang berada di level 90,8 basis poin. Angka ini memang meningkat dibandingkan awal Agustus 2019 yang sebesar 87,2 basis poin. “Itu faktor teknis, tapi CDS spread relatif rendah,” kara dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.