Harga Hewan Kurban di Bojonegoro Naik 15 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ewan kurban yang dijual di atas pedestrian Jalan KS Tubun, Jakarta Barat pada Jumat, 9 Agustus 2019. TEMPO/M Yusuf Manurung

    ewan kurban yang dijual di atas pedestrian Jalan KS Tubun, Jakarta Barat pada Jumat, 9 Agustus 2019. TEMPO/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Harga hewan kurban di Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya naik rata-rata 15 persen dibanding tahun lalu. 

    Menurut Mbah Rum,64 tahun,  peternak sapi di Menilo, Kecamatan Soko, Tuban, naiknya harga hewan kurban, salah satu di antaranya karena biaya perawatan dan harga pakan. Misalnya, selama empat bulan terakhir sebelum Hari Raya Idul Kurban, para peternak sudah membeli sapi anakan usia antara 10 hingga 12 bulan. Selanjutnya, sapi anakan tersebut dipelihara dan dibesarkan.

    ”Pembesarannya antara 4-5 bulan,” ujarnya pada Tempo Jumat 9-8-2019.

    Untuk harga sapi misalnya, jika pada Idul Kurban tahun 2018 bisa mendapatkan Rp 16,5 juta perekornya, kini tahun 2019 paling murah harganya Rp 17,5 juta perekornya. Demikian juga dengan harga kambing pada tahun lalu paling murah Rp 1,8 juta, tahun ini paling murah Rp 2,1 juta perekornya.

    Sedangkan biaya perawatan, kata dia, warga Bojonegoro biasanya memelihara dan mencari pakannya sendiri. Tetapi ada juga ada orang dari perkotaan yang titik merawat sapinya selama 4-5 bulan, dengan ongkos rata-rata Rp 500 ribu perbulannya. Di luar itu, ada juga biaya tambahan lain. Seperti membeli ampas tahu (kedelai) dari perajin tahu. Kemudian, jasa mencari rumput dan juga daun padi yang diambil pasca-panen.

    ”Harga pakan itu yang naik,” imbuhnya.

    Sementara itu di sejumlah pasar hewan di Bojonegoro, harga hewan kurban justru lebih mahal jika dibanding beli langsung ke peternak. Di Pasar Hewan Ngrowo, harga sapi paling murah Rp 17,5 juta perekor. Tetapi jika dilihat besar dan bobotnya lebih kecil. Sedangkan harga kambing relatif sama, yaitu paling murah Rp 2,1 juta.”Sapi naik pak harganya,” ujar Kasban, penjual sapi di Pasar Hewan Ngrowo, Jumat 9-8-2019.

    Satu pekan sebelumnya Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Bojonegoro melakukan inspeksi mendadak di sejumlah pasar hewan dan juga penjual hewan kurban pinggir jalan. Pengecekan dilakukan oleh Kepala Bidang Penyakit Hewan Disnakan Bojonegoro, Sugiharti S Rahayu. Pengecekan terutama pada kecerahan matanya cerah, bulu yang mengkilat, serta gerakan hewan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Tetapkan Aturan Baru Perihal Kampanye Pilkada Serentak 2020

    Pilkada Serentak 2020 tetap dilaksanakan pada 9 September pada tahun yang sama. Untuk menghadapi Covid-19, KPU tetapkan aturan terkait kampanye.