Harga Tiket Pesawat, BI: Dulu Bikin Inflasi, Kini Picu Deflasi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang pesawat melakukan lapor diri di konter chek in Terminal 1 B Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu, 26 Mei 2019. Memasuki H -9 Idul Fitri 1440 H banyak masyarakat yang pulang mudik lebih awal untuk menghindari harga tiket yang semakin mahal jika mendekati Lebaran. ANTARA

    Sejumlah penumpang pesawat melakukan lapor diri di konter chek in Terminal 1 B Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu, 26 Mei 2019. Memasuki H -9 Idul Fitri 1440 H banyak masyarakat yang pulang mudik lebih awal untuk menghindari harga tiket yang semakin mahal jika mendekati Lebaran. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengumumkankan hasil survei pemantauan harga sampai minggu dengan pertama Agustus 2019. Kali ini, harga tiket pesawat beralih menjadi penyumbang deflasi, setelah maskapai penerbangan mulai menurunkan harga.

    Dari hasil survei ini, Bank Indonesia memperkirakan inflasi Agustus akan mencapai sebesar 0,12 persen month-to-month (mtm) dan 3,44 persen year-on-year (yoy). “Masih tetap rendah dan stabil,” kata dia di Gedung BI, Jakarta Pusat, Jumat, 9 Agustus 2019.

    Beberapa komoditas yang masih menjadi penyumbang inflasi adalah cabai merah 0,09 persen, cabai rawit 0,05 persen, emas perhiasan 0,04 persen, dan tarif air minum 0,01 persen. Sebaliknya, penyumbang deflasi adalah harga tiket pesawat (0,08 persen), bawang merah (0,04 persen), dan tomat sayuran (0,04 persen).

    Dengan demikian, ini merupakan momen kesekian kalinya tarif angkutan udara atau tiket pesawat menyumbang deflasi setelah dilakukan beberapa penurunan harga oleh maskapai. Sebelumnya, tiket pesawat mulai menyumbang inflasi beberapa bulan menjelang Lebaran, yaitu Maret dan April 2019. Saat itu, tiket menyumbang inflasi sebesar 0,03 persen dari total inflasi bulan Maret yang mencapai 0,11 persen mtm dan 2,48 persen yoy.

    Pada April 2019, tiket pesawat masih memberi andil inflasi sebesar 0,05 persen, bersama komoditas lain seperti bawang putih dan cabai merah. Saat itu, inflasi pada akhir bulan tercatat mencapai 0,44 persen mtm atau naik 0,33 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara inflasi tahunan sebesar 2,83 persen yoy.

    Setelah itu, pemerintah memberlakukan sejumlah kebijakan untuk menurunkan harga tiket pesawat. Salah satunya dengan mengubah besaran tarif batas atas tiket pesawat. "Saya mendapatkan amanah dari Pak Menteri Perekonomian untuk melakukan pembelajaran lagi tentang detil-detil apa yang bisa dilakukan penurunan (harga tiket pesawat),” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Bandung, Jawa Barat Selasa, 7 Mei 2019.

    Mei, tiket pesawat masihi menyumbang inflasi, tapi angkanya turun menjadi 0,02 persen. Barulah pada Juni 2019 atau setelah lebaran, tiket pesawat menyumbang deflasi.

    Juni 2019, BI mencatat inflasi sebesar 3,38 persen yoy dan 0,68 persen mtm. Saat itu, kelompok barang administered prices seperti tarif pesawat menyumbang deflasi sebesar 0,09 persen mtm.

    Selanjutnya, 1 Juli 2019, pemerintah kembali meminta maskapai Low Cost Carrier (LCC) memberi harga murah untuk penerbangan jadwal tertentu. Walhasil, sepanjang Juli 2019, harga tiket pesawat kembali menyumbang deflasi 0,03 persen dari inflasi bulanan Juli 2019 yang sebesar 0,31 persen. Sementara, inflasi bulanan pada Juli 2019 tercatat mencapai 3,32 persen.

    FAJAR PEBRIANTO       


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.