Mendag Imbau Industri Makanan Tak Impor Susu dari Eropa

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peternak menyetor susu di pos penampungan Desa Langensari, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (4/4). Harga susu tingkat peternak naik menjadi Rp 5.000 per liter dari Rp 4.000. Dalam lima tahun terakhir kebutuhan susu nasional bergantung pada susu impor sebesar 70 persen. TEMPO/Prima Mulia

    Peternak menyetor susu di pos penampungan Desa Langensari, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (4/4). Harga susu tingkat peternak naik menjadi Rp 5.000 per liter dari Rp 4.000. Dalam lima tahun terakhir kebutuhan susu nasional bergantung pada susu impor sebesar 70 persen. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengimbau agar industri makanan dan importir produk dairy tidak mengimpor susu dari Eropa. Ia menyarankan agar industri lokal mencari sumber dari negara lain, selain Uni Eropa.

    "Saya sudah kumpulkan importir produk dairy, saya bilang mereka lebih baik dari sekarang mencari sumber lain selain Eropa. Misalnya, Australia, New Zealand, Amerika Serikat, dan India," kata Mendag di Jakarta, Jumat 9 Agustus 2019.

    Enggar ingin menekankan hal tersebut terkait wacana pemberian bea masuk yang tinggi terhadap produk olahan susu asal Eropa. Hal ini sebagai respons terhadap pemberlakuan bea masuk sementara yang ditetapkan Eropa terhadap produk biodiesel dari CPO atau minyak kelapa sawait asal Indonesia.

    "Mereka kan menerapkan tarif 8-18 persen. Saya bilang to be fair, kita juga akan terapkan tarif yang sama pada saatnya. Jadi, lebih baik importir cari sumber lain," ungkap Menteri Perdagangan.

    Mendag menegaskan, Indonesia tidak mungkin tinggal diam terhadap pemberlakuan perdagangan yang tidak adil terhadap produk sawit andalan Indonesia. "Kami tidak mungkin diam, karena ada unfairness treatment yang dilakukan," pungkasnya.

    Saat ini, Mendag juga memastikan bahwa produk wine dan alkohol asal Uni Eropa tidak dapat diimpor ke Indonesia. "Tidak melarang, hanya tidak ada saja," kata dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.