Lion Air Ungkap Dampak Bandara Aceh Tutup Saat Idul Adha

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Corporate Communication Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantono, memberikan keterangan terkait pelaporan perundungan yang dilakukan terhadap Pilot Loin Air, di Kantor Pusat Lion Air, Jakarta. 30 Agustus 2018. TEMPO/Chitra Paramaesti.

    Corporate Communication Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantono, memberikan keterangan terkait pelaporan perundungan yang dilakukan terhadap Pilot Loin Air, di Kantor Pusat Lion Air, Jakarta. 30 Agustus 2018. TEMPO/Chitra Paramaesti.

    TEMPO.CO, Jakarta – Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala menjelaskan dampak penutupan Bandara Sultan Iskandar Muda atau SIM Aceh Besar saat Idul Adha bagi maskapai maupun penumpang. Aktivitas penerbangan di Bandara SIM Aceh Besar bakal ditutup mulai pukul 00.00 hingga 11.00 WIB. 

    “Dampaknya mungkin lebih dirasakan oleh penumpang yang terbang dengan connecting flight (penerbangan terkoneksi),” ujar Danang saat ditemui di kantor Kementerian Perhubungan, Kamis petang, 8 Agustus 2019. 

    Menurut Danang, penumpang dengan penerbangan terkoneksi yang transit di Aceh mesti berkoordinasi dengan maskapai untuk menyesuaikan jadwal. Hal ini perlu dilakukan supaya penumpang tak terlambat boarding pada penerbangan selanjutnya. 

    Sementara itu, ujar Danang, penumpang yang telah membeli tiket jauh-jauh hari untuk penerbangan saat hari pertama Idul Adha dari dan menuju Bandara SIM perlu memproses perubahan jadwal atau reschedule. Danang memastikan maskapainya akan melayani penumpang yang hendak mengubah jadwal sesuai dengan aturan yang berlaku.

    Danang juga memungkinkan penumpang melakukan pengembalian tiket atau refund bila penerbangannya terkena dampak penutupan bandara. Di sisi lain,untuk dampak dari sisi operasional, ia memastikan manajemen perusahaan masih menganalisis.

    Meski demikian, Danang menyebut perusahaannya akan menghormati serta mengikuti kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah. “Kami akan mematuhi aturan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar,” ujarnya.

    Danang menjelaskan, saat ini PT Lion Mentari Airlines memiliki 10 frekuensi penerbangan pulang-pergi dari dan menuju Bandara SIM Aceh Besar. Penerbangan itu dilayani menggunakan pesawat jenis ATR 72 yang dioperasikan oleh Malindo Air serta pesawat jet milik Lion Air serta Batik Air.

    Secara keseluruhan, pergerakan penumpang Bandara SIM Aceh rata-rata per hari tercatat 3.500 orang. Adapun jumlah frekuensi maskapai datang dan berangkat tercatat sebanyak 24 kali. Selain Lion Air Group, maskapai yang beroperasi di bandara itu ialah AirAsia, Garuda Indonesia, dan Firefly.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.