Gojek: GoFood Tak Lagi Sertakan Alat Makan Sekali Pakai

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung berfoto di photobooth dalam Jakarta Culinary Feastival (JCF) 2017 di Senayan City, Jakarta Selatan, 17 November 2017. Festival Kuliner hasil kerjasama GO-JEK dan Ismaya ini menghadirkan chef nasional dan internasional, serta top 20 best selling Go-Food. TEMPO/ Nita Dian

    Pengunjung berfoto di photobooth dalam Jakarta Culinary Feastival (JCF) 2017 di Senayan City, Jakarta Selatan, 17 November 2017. Festival Kuliner hasil kerjasama GO-JEK dan Ismaya ini menghadirkan chef nasional dan internasional, serta top 20 best selling Go-Food. TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan transportasi berbasis teknologi Gojek Indonesia mengumumkan program GoGreener, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk memudahkan konsumen, mitra merchant, dan mitra driver menjalani gaya hidup ramah lingkungan.

    Inisiatif GoGreener yang pertama dijalankan layanan GoFood melalui pilihan untuk tidak menyertakan alat makan sekali pakai dalam pemesanan makanan dan menyediakan tas pengantaran yang dirancang khusus untuk mitra driver.

    "Sebagai bagian dari ekosistem Gojek, penting bagi GoFood untuk ikut mendorong terwujudnya ekosistem bisnis yang ramah lingkungan. Kedua program tersebut merupakan proyek awal kami dan telah mendapatkan respon yang sangat positif dari merchant maupun konsumen sejak diperkenalkan bulan Juli lalu," ujar Chief Food Officer Gojek Group Catherine Hindra Sutjahyo dalam keterangan tertulis Kamis, 8 Agustus 2019.

    Dalam inisiatif tersebut, Catherine mengatakan GoFood berkolaborasi dengan berbagai pihak yang ditandai dengan rencana penandatanganan nota kesepahaman kerjasama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Gojek yang fokus kepada edukasi perilaku bisnis, pelayanan, dan konsumsi yang ramah lingkungan yang tergabung dalam ekosistem GoFood untuk mitramerchant, mitra driver, dan pelanggan.

    Secara terperinci, dua program yang diperkenalkan antara lain fitur pilihan alat makan sekali pakai. Dengan demikian, konsumen harus memilih opsi beli jika memerlukan alat makan sekali pakai ketika memilih makanan sebelum masuk ke halaman checkout.

    Program lainnya adalah penyediaan tas pengantaran makanan khusus bagi mitra driver. Catherine mengatakan tas tersebut punya banyak keistimewaan, antara lain dirancang khusus dengan kompartemen yang lebih luas dan berkualitas tinggi untuk menyimpan dan mengantar makanan, baik panas maupun dingin; tahan cipratan air; serta dapat dilipat, sehingga tetap fleksibel bagi mitra driver ketika mengantarkan penumpang.

    Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutaan Novrizal Tahar mendukung adanya program tersebut. Ia mengatakan melalui kerja sama kementeriannya dengan perusahaan tersebut, mereka berkomitmen terus mengimbau masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam menjaga keberlangsungan lingkungan. Di antaranya dengan dimulai dari diri sendiri dan dari lingkup gaya hidup sehari-hari, melalui platform Gojek.

    Saat ini, ujar dia, pemerintah juga telah memiliki kebijakan pengelolaan sampah secara nasional dengan  target pengurangan sampah 30 persen dan penanganan sampah 70 persen terhadap timbunan sampah pada 2025. Pemerintah juga saat ini dalam proses akselerasi penerapannya guna mencapai target tersebut dengan harapan dapat terpenuhi tujuan-tujuan pembangunan yang berkelanjutan (SDGs) di Indonesia.

    "Pemerintah terus menyempurnakan kebijakan yang berwawasan lingkungan. Masyarakat pun harus ikut bergerak, apalagi saat ini sudah semakin mudah dengan inisiatif sadar lingkungan yang difasilitasi oleh teknologi Gojek, salah satunya lewat GoFood," kata Novrizal.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.