Pertamina Sudah Angkut 3.965 Barel Minyak Tumpah di Pantai Utara Karawang

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memindahkan karung berisi pasir yang mengandung minyak di Pantai Desa Cemara Jaya, Karawang, Jawa Barat, Kamis, 1 Agustus 2019. Selanjutnya, karung-karung berisi pasir berminyak itu dibawa dengan sepeda motor ke pabrik penyimpanan limbah B3. TEMPO/Hilman Fathurrahman  W

    Warga memindahkan karung berisi pasir yang mengandung minyak di Pantai Desa Cemara Jaya, Karawang, Jawa Barat, Kamis, 1 Agustus 2019. Selanjutnya, karung-karung berisi pasir berminyak itu dibawa dengan sepeda motor ke pabrik penyimpanan limbah B3. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) telah berhasil mengangkut sebanyak 3.965,71 barel tumpahan minyak atau oil spill usai terjadinya kebocoran proyek Hulu Energi Sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java atau ONWJ di pesisir pantai utara Karawang, Jawa Barat. Minyak yang diangkut tersebut berasal dari sekitar sumur Rig Soehana ONWJ di lepas pantai atau offshore.

    "Jumlahnya sejak mulai dilakukan pengangkutan pada 20 Juli 2019 terus meningkat. Sampai 7 Agustus kemarin jumlah mencapai 3.965,71 barrel minyak," kata Incident Commander Oil Spill YYA-1 Taufik Adityawarman saat mengelar konferensi pers di Gedung Pertamina, Jakarta Pusat, Kamis 8 Agustus 2019.

    Dalam paparannya, Taufik mengatakan bahwa hasil tangkapan tumpahan minyak di offshore diketahui terus bertambah signifikan sejak Pertamina mengintensifkan strategi penanganan pada 28 Juli 2019. Sejak itu, rata-rata tangkapan minyak tumpah di lepas pantai mencapai 400-500 barel.

    Sedangkan, untuk tumpahan minyak di darat Pertamina telah berhasil mengumpulkan sebanyak 1.047.386 karung atau shoreline berisi tumpahan minyak. Angka itu setara dengan berat yang mencapai 4,9 ton dengan rata-rata berat per karung sebesar 4,6 kilogram. Kendati demikian, Pertamina memperkirakan hanya 10 persen dari isi karung yang berisi tumpahan minyak.

    Selain itu, Taufik juga menjelaskan, saat ini progress pengeboran untuk menutup sumur atau relief well YYA-1 baru mencapai 2.050 kaki dari target titik 9.000 kaki. Strategi ini digunakan untuk menutup sumur yang menjadi penyebab kebocoran lewat drilling dari samping.

    "Targetnya intersept ini, kami sedang upayakan. Adapun dari target ini, per hari ini kami sudah 2 hari lebih cepat dari rencana awal," kata Taufik dalam acara yang sama.

    Taufik mengatakan, proses penutupan sumur tersebut bakal rampung dalam waktu 67 hari. Jangka waktu ini sudah termasuk 7 hari, untuk proses abandoned atau beres-beres terhadap proses pengeboran untuk menutup kebocoran sumur Pertamina tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.