BPJT Dorong Operator Lakukan Uji Coba Transaksi Tol Tanpa Henti

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara Gerbang Tol Cikarang Utama di Bekasi, Jawa Barat, Kamis 16 Mei 2019. PT Jasa Marga akan merelokasi Gerbang Tol Cikarang Utama yang mengalami penyempitan akibat proyek jalan tol layang ke Gerbang Tol Cikampek Utama di KM 70 Tol Jakarta-Cikampek untuk meminimalkan kemacetan saat arus mudik.  ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Foto udara Gerbang Tol Cikarang Utama di Bekasi, Jawa Barat, Kamis 16 Mei 2019. PT Jasa Marga akan merelokasi Gerbang Tol Cikarang Utama yang mengalami penyempitan akibat proyek jalan tol layang ke Gerbang Tol Cikampek Utama di KM 70 Tol Jakarta-Cikampek untuk meminimalkan kemacetan saat arus mudik. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO,Tangerang-Kepala Badan Pengatur Jalan Tol atau BPJT Danang Parikesit menargetkan sistem Single Lane Free Flow atau SLFF atau sistem pembayaran tanpa henti dalam setiap lajur transaksi di jalan tol bisa beroperasi tahun 2020 mendatang. "Tahun 2020, sudah bisa diaplikasikan di semua jalan tol," ujarnya saat meninjau uji coba SLFF di Tol Tangerang - Merak, Kamis 8 Agustus 2019.

    Danang mengatakan saat ini BPJT mendorong agar seluruh operator jalan tol melakukan uji coba secara sukarela dengan berbagai macam teknologi. 'Nantinya akan kita pilih teknologi yang paling baik untuk diterapkan," katanya.

    Sistem pembayaran tol tanpa henti, kata Danang, adalah salah satu upaya pemerintah dan operator jalan tol meningkatkan layanan jalan tol. Sistem ini telah mulai diuji coba dan simulasikan sejumlah operator jalan tol awal 2019 lalu.

    Salah satunya adalah Astra Intra Toll Tangerang - Merak atau PT Marga Mandalasakti atau MMS, operator tol Tangerang - Merak.

    Presiden Direktur PT MMS Krist Ade Sudiyono mengatakan MMS telah melakukan simulasi dan uji coba SLFF ini sejak akhir Februari 2019 lalu di empat gerbang tol Tangerang - Merak yaitu, Cikupa, Cikande, Serang Barat dan Serang Timur. "Kami terus memperluas dan meningkatkan uji coba teknologi ini," kata Krist Ade.

    Ade menjelaskan, teknologi yang digunakan dalam SLFF di tol Tangerang-Merak ini menggunakan  teknologi Dedicated Short Range Communication. Teknologi ini memungkinkan penyimpanan data atau identitas kendaraan di dalam alat yang diletakkan di dalam kendaraan atau on board unit.

    Sistem kerja DSRC dengan berbasis pada pertukaran alat informasi antara alat dan pembaca menggunakan gelombang 5,8 GHz dengan jarak dekat dan penggunaan emisi energi yang rendah. "Reader yang diletakkan di atas jalan yang berada di gerbang akan mendeteksi dan mengklasifikasikan kendaraan yang melintas sehingga tarif yang dibayarkan akan lebih akurat sesuai dengan jenis kendaraan dan jarak tempuh," kata Krist Ade.

    Saat ini, kata Krist Ade, sedang dilakukan uji coba yang meningkat seperti dari penggunaan sistem pembayaran bulan hanya e-wallet tapi lebih ke multi pembayaran. "Mobile cash, linkaja, master card juga bisa." Juga dilakukan uji coba untuk integrasi, beberapa ruas tol. "Bulan depan akan dilakukan," kata Krist Ade.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.