Didorong Sektor Pertambangan, IHSG Menguat ke Level 6.246,51

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG bergerak menguat pada awal perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, IHSG terpantau menguat 0,68 persen atau 42,31 poin ke level 6.246,51 pada pukul 09.14 WIB, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,33 persen atau 20,70 poin ke level 6.246,51.

    Pada perdagangan Rabu kemarin, IHSG ditutup rebound dengan penguatan 1,38 persen atau 84,72 poin di level 6.204,19. Sepanjang perdagangan Kamis pagi ini, 8 Agustus 2019, IHSG bergerak pada kisaran 6.224,90-6.256,50.

    Seluruh sembilan sektor IHSG bergerak positif, dipimpin sektor tambang yang menguat 1,28 persen, disusul sektor infrastruktur yang menguat 0,92 persen dan properti yang naik 0,87 persen. Dari 652 saham yang diperdagangkan, 166 saham tercatat menguat, 46 saham melemah, sedangkan 440 saham lainnya stagnan.

    Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang masing-masing menguat 1,41 persen dan 1,66 persen menjadi penopang utama atas penguatan IHSG pagi ini.

    Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia mengungkapkan pergerakan IHSG masih akan menguat dipengaruhi rilis data cadangan devisa kemarin.

    Dari dalam negeri, kemarin terdapat rilis data cadangan devisa sebesar US$ 125,9 miliar, meningkat dari US$ 123,8 miliar, sehingga memberikan sedikit keyakinan pasar bahwa BI dapat mempertahankan nilai tukar rupiah di tengah besarnya capital outflow dari pasar saham dan obligasi domestik.

    Investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp 216,9 miliar, mulai mereda dari dua hari sebelumnya sebesar Rp 2,18 triliun dan Rp 1,1 triliun.

    “Namun, kami masih menyarankan investor domestik tetap berhati-hati dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif diiringi keluarnya kebijakan-kebijakan moneter di berbagai negara. Hari ini kami memperkirakan IHSG menguat,” ungkap Samuel Sekuritas dalam risetnya, Kamis, 8 Agustus 2019.

    Indeks saham lainnya di Asia rata-rata juga bergerak positif pagi ini, di antaranya indeks Topix dan Nikkei 225 yang menguat masing-masing 0,28 persen dan 0,8 persen, serta indeks Kospi Korea Selatan yang menguat 1 persen.

    Di China, dua indeks saham utamanya yakni indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing menguat 0,89 persen dan 1,13 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,78 persen.

    Sementara itu, nilai tukar rupiah terpantau melemah 3 poin atau 0,02 persen ke level Rp14.228 per dolar AS pada pukul 09.17 WIB. Sebelumnya, nilai tukar rupiah dibuka melemah 9 poin atau 0,06 persen ke level Rp 14.234 per dolar AS, setelah pada akhir perdagangan Rabu ditutup menguat 52 poin atau 0,36 persen ke level Rp 14.225 per dolar AS.

    Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 menguat 0,87 persen atau 4,73 poin ke level 550,33 pada pukul 09.17 WIB, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,51 persen atau 2,78 poin di posisi 548,38.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.