Besok, Pemerintah Bahas Kebijakan Baru Tiket Pesawat Murah

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menduga persoalan harga tiket pesawat adalah akibat kecenderungan pasar penerbangan yang oligopolistik, bahkan mengarah pada duopoli dan dugaan kartel.

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menduga persoalan harga tiket pesawat adalah akibat kecenderungan pasar penerbangan yang oligopolistik, bahkan mengarah pada duopoli dan dugaan kartel.

    TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah akan mengubah struktur pembiayaan untuk penyediaan tiket pesawat murah atau low cost carrier airlines alias LCC. Kebijakan anyar terkait tiket tersebut sebelumnya telah dirembuk dalam rapat yang digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama sejumlah stakeholder, Sabtu dan Minggu, 3-4 Agustus 2019 lalu. 

    “Rapat itu sudah ada hasilnya. Tapi kita mau bahas di rakortas (rapat koordinasi terbatas) tingkat menteri Jumat (9 Agustus) nanti,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso saat dihubugi Tempo pada Rabu petang, 7 Agustus 2019.

    Rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Bidang Perekonomian Darmin Nasution rencanaya akan diikuti oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Darmin juga turut memanggil perwakilan Kemennterian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)—lantaran Menteri BUMN Rini Soemarno tengah menunaikan ibadah haji.

    Sedianya, menurut Susiwijono, rapat untuk menentukan kebijakan anyar tiket pesawat murah untuk angkutan niaga jenis jet ini digelar Rabu kemarin. Namun diundur lantaran Budi Karya berhalangan hadir. 

    Pertemuan tingkat menteri yang digelar esok merupakan lanjutan dari evaluasi yang telah dilakukan pemerintah terhadap kebijakan sebelumnya. Pada Juli lalu, pemerintah mewajibkan stakeholder bidang aviasi seperti AirNav serta PT Angkasa Pura Persero I dan II memberikan insentif kepada maskapai agar beban operasional penerbangan berkurang.

    Pemerintah juga berencana memberikan insentif fiskal, semisal berupa keringanan pajak. Dengan itu, pemerintah meminta maskapai, khususnya Lion Air Group dan Garuda Indonesia Group, melorotkan harga tiketnya untuk penerbangan Lion Air dan Citilink Indonesia hingga 50 persen dari tarif batas atas. Kebijakan itu berlaku untuk penerbangan Selasa, Kamis, dan Sabtu.

    Susiwijino mengakui kebijakan itu memang efektif menurunkan inflasi dan berkontribusi terhadap deflasi. Namun, keberlangsungannya hanya untuk jangka pendek. Adapun dalam waktu 2-3 bulan ke depan, struktur kebijakan penurunan harga tiket pesawat mesti sepenuhnya diubah karena berpotensi membuat industri lesu.

    Dalam kebijakan yang akan diputuskan Jumat nanti, Susiwijono mengatakan struktur cost penerbangan akan diubah sehingga tiket pesawat murah tidak ditopang lagi oleh loss sharing seperti sebelumnya. Menurut dia, mesti ada keseimbangan antara penyediaan penerbangan murah bagi masyarakat dan keberlangsungan industri.

    Susiwijono memungkinkan kebijakan anyar akan mengatur lagi beleid tentang pengelolaan bandara, pemberian insentif fiskal, serta pemberian insenfit-insentif nonfiskal. "Kita juga mungkin melakukan efisiensi di industri penerbangan maupun di sektor-sektor terkait," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.