Kadin: Investasi Perlu Diatur Agar Tak Eksploitasi Pasar Domestik

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong dan Pelaksana Tugas Deputi Pengendalian dan Pelaksanaan BKPM, Farah Ratnadewi Indriani, menggelar konferensi pers tentang realisasi investasi triwulan II/2019 di kantor BKPM, Jakarta Selatan, Selasa, 30 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong dan Pelaksana Tugas Deputi Pengendalian dan Pelaksanaan BKPM, Farah Ratnadewi Indriani, menggelar konferensi pers tentang realisasi investasi triwulan II/2019 di kantor BKPM, Jakarta Selatan, Selasa, 30 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah mengatur investasi yang masuk agar tidak mengeksploitasi pasar dalam negeri. 

    Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin Indonesia Didik J Rachbini mengatakan peran tersebut menjadi tugas Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

    “BKPM harus bedakan investasi itu. Dulu zaman Pak Harto yang ditarik adalah investasi berorientasi ekspor. Yang sekarang ini investasinya yang eksploitasi pasar semua,” katanya di Jakarta, Rabu 7 Agustus 2019.

    Didik mengingatkan agar ada penataan mengenai investasi yang masuk ke Indonesia. Pasalnya, dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia menjadi pasar yang menggiurkan untuk digarap banyak investor.

    “Maka perlu ditata dan perlu strategi, investasi itu harus yang (berorientasi) ekspor,” katanya.

    Pelaksana Tugas Deputi Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Yuliot menjelaskan selama ini pemerintah terus mendorong masuknya investasi yang berkualitas dan berorientasi ekspor guna mendorong daya saing Indonesia.

    Ia juga menyebut ada investasi prioritas, yakni investasi yang memberikan nilai tambah bagi dalam negeri dan investasi di kawasan pariwisata.

    “Kami mendorong agar basis produksi ada di dalam negeri. Ini juga termasuk kebiajkan insentif di mana itu diberikan jika ada nilai tambah di dalam negeri,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.