Sepuluh Desa di Kabupaten Lebak Alami Krisis Air Bersih

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah daerah di Kabupaten Indramayu masih berpotensi mengalami kekeringan ekstrim pada dasarian II Juli 2019 mendatang. Instansi terkait pun telah menyalurkan air bersih ke sejumlah desa yang mengalami krisis air bersih.

    Sejumlah daerah di Kabupaten Indramayu masih berpotensi mengalami kekeringan ekstrim pada dasarian II Juli 2019 mendatang. Instansi terkait pun telah menyalurkan air bersih ke sejumlah desa yang mengalami krisis air bersih.

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten mencatat 10 desa mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang yang berlangsung sejak Juni 2019.

    "Kami setiap hari mendistribusikan pasokan air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih itu," kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Lebak Madias di Lebak, Rabu 7 Agustus 2019.

    Kesepuluh desa yang dilanda krisis air bersih itu di antaranya Desa Sukaraja, Padasuka, Harjamukti, Banjarsari, Paja, Bojongmanik, Mekarsari, dan Lebak Pariang

    Masyarakat dari 10 desa itu tersebar di Kecamatan Warunggunung, Leuwidamar, Bojongmanik, Sajira dan Wanasalam.

    Krisis air bersih terjadi karena air tanah yang diambil melalui sumur dan jet pump listrik mengering akibat kemarau panjang itu. Masyarakat yang dilanda krisis air bersih juga karena belum tersentuh jaringan PDAM setempat.

    Sementara itu, Sekretaris Desa Padasuka, Kecamatan Warunggunung, Suhaya, menuturkan warganya sulit mendapat air bersih karena sumur-sumur mengering akibat kemarau.

    "Kami berharap BPBD bisa memenuhi persedian air bersih untuk warganya," katanya.

     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.