Destry Damayanti Beberkan 5 Visi untuk Perbaiki Perekonomian RI

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia terpilih, Destry Damayanti (kanan) diperkenalkan saat Rapat Paripuna ke-23 Masa Persidangan V Tahun 2018-2019  di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis 25 Juli 2019. DPR menyetujui Destry Damayanti menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia periode 2019-2024. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia terpilih, Destry Damayanti (kanan) diperkenalkan saat Rapat Paripuna ke-23 Masa Persidangan V Tahun 2018-2019 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis 25 Juli 2019. DPR menyetujui Destry Damayanti menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia periode 2019-2024. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Destry Damayanti memiliki lima visi untuk memperbaiki perekonomian Indonesia. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia yang baru dilantik hari ini oleh Mahkamah Agung menjabarkan lima hal prioritas yang akan dilakukan oleh bank sentral.

    Pertama, kebijakan moneter campuran bank sentral atau policy mix. Destry menyebutkan hal tersebut sudah mulai dilakukan BI, misalnya dengan menurunkan suku bunga acuan BI-7Days Repo Rate dan Giro Wajib Minimum (GWM). 

    "BI sekarang tidak hanya mengandalkan kebijakan moneter tetapi juga kebijakan makroprudensial," ujar Destry upacara pengucapan sumpah jabatan di Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu, 7 Agustus 2019. 

    Kedua, agenda untuk pendalaman sektor keuangan. Destry yang merupakan mantan Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai sektor keuangan Indonesia masih dangkal.

    Oleh sebab itu, ketika terjadi pergolakan ekonomi global, sektor keuangan Indonesia menjadi sangat rentan. "Maka perlu ada kerja sama BI, pemerintah, OJK dan instansi lain untuk membuat market keuangan ini lebih dalam," ucapnya. 

    Ketiga, menciptakan dan memperkuat sistem pembayaran digital. Destry menilai, sistem pembayaran yang aman, efisien, dan bersahabat harus melindungi konsumen. 

    Keempat, memperkuat potensi keuangan syariah dan produk syariah lain di Indonesia. Alumnus Fakultas Ekonomi dari Universitas Indonesia dan Master of Science dari Cornell University, New York, Amerika Serikat ini menyebut perlu sosialisasi ekstra bagi penduduk Indonesia yang mayoritas muslim terkait produk halal.  "Sehingga kontribusi ekonomi syariah bisa meningkat," ucap Destry. 

    Kelima, senada dengan upaya mix policy, Destry ingin selama bertugas sebagai Deputi Gubernur Senior BI bisa menciptakan relasi koordinasi dan sinergi dengan lintas instansi. Dengan demikian, semua upaya mempertahankan stabilitas ekonomi bisa tercapai. 

    Destry sebelumnya menerima pencalonan tunggal dari Presiden Joko Widodo menjadi Deputi Gubernur Senior BI menggantikan Mirza Adityaswara. Dia resmi lulus fit and proper test oleh Komisi XI DPR-RI pada 10 Juli 2019 sebagai Deputi Gubernur Senior BI. 

    Turut hadir dalam acara pelantikan Destry Damayanti segenap jajaran pejabat Bank Indonesia, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo beserta para deputi, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, pejabat Kementerian Keuangan, serta para ekonom seperti Aviliani, dan Mary Elka Pangestu, sampai Agus Harimurti Yudhoyono.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.