Genjot Investasi, JK Usul Suku Bunga Kredit Bank Dipangkas

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla berbicara dalam acara Presidential Lecture 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu 24 Juli 2019. Kegiatan yang diikuti oleh 6.148 CPNS hasil seleksi tahun 2018 itu mengangkat tema Sinergi Untuk Melayani. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Wakil Presiden Jusuf Kalla berbicara dalam acara Presidential Lecture 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu 24 Juli 2019. Kegiatan yang diikuti oleh 6.148 CPNS hasil seleksi tahun 2018 itu mengangkat tema Sinergi Untuk Melayani. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla alias JK mengusulkan suku bunga bank sentral, suku bunga deposito, hingga suku bunga pinjaman terus dipangkas demi memacu masuknya investasi. Ia menargetkan suku bunga pinjaman dapat mencapai kisaran 7 persen dari rata-rata saat ini yang di kisaran 8-10 persen.

    "Saya bilang, sebenarnya tidak ada hubungannya antara interest rate yang menimbulkan inflasi dengan suku bunga. Sekarang inflasi sudah 3,5 persen mestinya juga bunga pinjaman itu atau juga bunga deposito tidak lebih dari 5 persen. kalau 5 persen bunga deposito maka bunga pinjamannya jangan lebih daripada 7 persen atau 8 persen," kata JK di Ballroom Ritz Carlton, Jakarta Rabu, 7 agustus 2019. Adapun suku bunga acuan Bank Indonesia kini berada di level 5,75 persen.

    JK mengatakan, apabila suku bunga pinjaman dan deposito dipatok lebih dari yang ia usulkan, maka ekonomi Indonesia bisa stagnan. Pasalnya, bank tidak hidup dari besarnya bunga, melainkan dari tingginya pertumbuhan ekonomi. "Supaya mendapat fee base kalau hanya mendapatkan fee dari depostio tinggi, bayar juga ongkosnya mahal juga. Karena itulah kita harus sama-sama bikin negara yang tingkat bunganya bukan ini (tinggi)," kata dia.

    JK sekaligus mengevaluasi saat krisis melanda Indonesia 1998 lalu. Kala itu bunga pinjaman mencapai 75 persen saat inflasi mencapai 60 persen. "Akhirnya bangkrut lah negeri ini dan semua kebangkrutan itu dibayar negara. "

    Secara sederhana, dalam perekonomian, JK mengatakan investasi akan menjadi tinggi kalau kalau suku bunga pinjamannya rendah. "Kalau bunga tinggi, bagaimana orang mau investasi," tutur dia.

    Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo kembali mengisyaratkan untuk melanjutkan penurunan suku bunga acuan. "Kami melihat ke depan ada ruang kebijakan moneter yang akomodatif masih terbuka," ujar Perry di hadapan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat, Senin 22 Juli 2019.

    Seperti diketahui, Bank Indonesia sebelumnya telah menurunkan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps dari 6 persen ke 5,75 persen. Penurunan BI rate inidisertai penurunan deposit facility 25 bps menjadi 5 persen dan lending facility 25 bps menjadi 6,50 persen

    Menurut Perry, penurunan suku bunga acuan tersebut ditempuh dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada semester II/2019 yang ditargetkan mencapai 5,2 persen (yoy) pada semester II.

    CAESAR AKBAR | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.