Bertemu Jokowi, 12 Duta Besar Ingin Eratkan Kerja Sama Ekonomi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 6 Agustus 2019. Rapat terbatas membahas pemindahan ibu kota yang telah ditentukan di Provinsi Kalimantan. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 6 Agustus 2019. Rapat terbatas membahas pemindahan ibu kota yang telah ditentukan di Provinsi Kalimantan. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Para duta besar luar biasa berkuasa penuh untuk Indonesia menyampaikan harapannya untuk memperkuat kerja sama bidang ekonomi. Harapan itu mereka sampaikan saat beraudiensi dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    "Rata-rata adalah harapannya memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, investasi. Beberapa negara bicara mengenai masalah capacity building, secara khusus bicara mengenai infrastruktur dan lain-lain," kata Menteri Luar Negeri Retno P. Marsudi usai menghadiri upacara penyerahan surat-surat kepercayaan duta besar di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 7 Agustus 2019.

    Dalam audiensi, Retno mengatakan, Jokowi bersama Duta Besar Turki untuk Indonesia Mahmut Erol Kilic menegosiasikan Indonesia Turki Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Ia berharap kesepakatan bisa selesai tahun ini. Sehingga, pada saat perayaan hubungan diplomatik Indonesia - Turki ke-70 pada tahun depan, kesepakatan sudah bisa ditandatangani kedua pihak. Selain itu, Jokowi dan Mahmut juga membahas rencana kunjungan Presiden Erdogan ke Indonesia.

    Masih dalam konteks ekonomi, kata Retno, tahun ini pertama kalinya Indonesia berhasil menyelesaikan negosiasi PTA (preferential trade agreement) dengan Mozambique. Negosiasi itu menurut rencana akan ditandatangani pada saat Indonesia Africa Infrastructure Dialogue (IAID) yang diselenggarakan di Bali tahun ini. IAID merupakan kelanjutan Indonesia - Africa Forum pada tahun lalu.

    "Tapi tahun ini fokus di bidang infrastruktur. Dan pada saat kita bicara dengan 3 duta besar dari Afrika tadi maka fokus kerja sama di bidang ekonomi termasuk penyelenggaran IAID ini menjadi topik," ujar Retno.

    Menurut Retno, para duta besar juga sepakat memfokuskan kerja sama yang sesuai visi Jokowi di bidang infrastruktur, investasi, pengembangan sumber daya manusia. Sebab, para duta besar rupanya juga diberi mandat oleh pemimpin negara masing-masing mengenai investasi, perdagangan, infrastruktur, dan pendidikan.

    Dubes Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBPP) negara sahabat yang menyerahkan surat-surat kepercayaan itu di antaranya Dubes LBBP Turki untuk RI Mahmut Erol Kilic, Dubes LBBP Selandia Baru Jonathan Edward Austin Dubes, Dubes LBBP Kroasia untuk RI Nebojsa Koharovic, Dubes LBBP Malaysia untuk RI Zainal Abidin bin Bakar, Dubes LBBP Perserikatan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara untuk RI Owen John Jenkins.

    Kemudian Dubes LBBP Sosialis Demokratik Srilanka untuk RI Yasoja Gunasakera, Dubes LBBP Republik Bulgaria untuk RI Petar Dimitrov Andonov, Dubes LBBP Republik Kazakhstan untuk RI Daniyar Sarekenov, Dubes LBBP Republik Islam Afghanistan untuk RI Faizullah Zaki, Dubes LBBP Republik Mozambik untuk RI Belmiro Jose Malate, Dubes LBBP Kerajaan Eswatini berkedudukan di Kuala Lumpur Mondi Solomon Dlamini, dan Dubes LBBP Mali berkedudukan di New Delhi Sekou Kasse. Semua duta besar baru itu disambut Presiden Jokowi dengan hangat.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.