Kemenhub Sebut Pesaing Baru Gojek dan Grab Harus Penuhi Aturan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemudi ojek online tengah menunggu penumpang dikawasan Stasiun Juanda, Jakarta, Jumat, 14 Juni 2019. Aturan baru ojol ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019. Tempo/Tony Hartawan

    Pengemudi ojek online tengah menunggu penumpang dikawasan Stasiun Juanda, Jakarta, Jumat, 14 Juni 2019. Aturan baru ojol ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Angkutan Multimoda Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Ahmad Yani mengungkapkan ada pemain baru yang akan bersaing dengan transportasi online atau daring seperti Gojek dan Grab. Dua pemain baru itu adalah Maxim asal Rusia dan Bitcar asal Malaysia.

    "Sebenarnya yang ke Kominfo itu banyak, tapi kita minta belum dapat. Jadi ada Maxim dari Rusia, ada Bitcar asal Malaysia," kata Ahmad saat ditemui di Kantor The Indonesian Institute, Jakarta Pusat, 6 Agustus 2019.

    Maxim memang sudah beroperasi di Banjarmasin, Kalimatan Selatan dan Batam, di Kepulauan Riau. "Kalau kita bebas aja. Kita cuma meminta mereka kita meminta audiensi kepada kita seperti apa, mereka itu bagaimana, kantornya di mana dan aplikasi seperti apa," ujarnya.

    Ahmad menegaskan bahwa untuk semua pemain transportasi online yang baru dan yang sudah lama harus tetap mengikuti aturan yang dibuat oleh Kementerian Perhubungan. "Mau masuk ke situ (angkutan online) tidak ada masalah tapi aturan-aturan yang kaitannya dengan Permenhub No. 118 tentang Taksi Online dan kaitannya dengan ojek itu harus dipenuhi," ucapnya.

    Kemudian Ahmad juga menuturkan bahwa setiap aplikasi angkutan online juga harus mengikuti mulai regulasi keamanan dan tentang tarif batas atas dan batas bawah, agar nanti tidak ada gejolak di kemudian hari. "Kita minta ke mereka supaya patuh dengan aturan."

    Lebih jauh Ahmad menyebutkan bahwa dua pendatang baru tersebut memang memiliki pola bisnis yang hampir serupa dengan pendahulunya seperti Gojek dan Grab. Kedua perusahaan itu memulai lini bisnisnya dengan transportasi dari yakni taksi dan roda dua.

    Sebenarnya, menurut Ahmad, transportasi online yang akan masuk ke Indonesia cukup banyak. Namun belum semua perusahaan-perusahaan itu datang menemui dirinya untuk memaparkan dari cara kerja dan pola bisnis dari angkutan online-nya.

    Sebelumnya, Direktur Utama Bitcar Indonesia Christiansen menyebutkan, perusahaan aplikasi transportasi daring asal Malaysia yang resmi diluncurkan pada 27 Juli 2019, bakal beroperasi di Indonesia mulai Agustus tahun ini.

    Perusahaan akan mengundang pengemudi yang sudah mendaftarkan diri untuk melakukan verifikasi data. Proses sosialisasi sendiri telah dilakukan perusahaan sejak awal Juli 2019.

    Saat ini, aplikasi transportasi online yang dikelola oleh Bitcar bersama-sama dengan Asosiasi Driver Online (ADO) Indonesia tersebut telah memiliki 1.000 pengemudi yang siap beroperasi pada Agustus mendatang. "Kami mulai di Jabodetabek dan Medan pada Agustus (2019), serta di Surabaya pada September (2019)," kata Christiansen, akhir bulan lalu.

    EKO WAHYUDI | BISNIS | RR ARIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.