Listrik Padam, Penjualan di Mall Melonjak Hingga 100 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan melintas di ruas Jalan M.H Thamrin dengan kondisi lampu penerang jalan tidak menyala akibat pemadaman listrik, Jakarta, Ahad, 4 Agustus 2019. Listrik di sebagian wilayah Jakarta mulai kembali normal sejak malam hari. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah kendaraan melintas di ruas Jalan M.H Thamrin dengan kondisi lampu penerang jalan tidak menyala akibat pemadaman listrik, Jakarta, Ahad, 4 Agustus 2019. Listrik di sebagian wilayah Jakarta mulai kembali normal sejak malam hari. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia atau APPBI A. Stefanus Ridwan S. mengatakan dampak listrik padam di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten membuat mall-mall penuh. Hal itu kata dia, membuat penjualan di mall meningkat.

    Bahkan, kata dia, keuntungan pada hari itu meningkat tinggi. "Tergantung mall-nya juga. beberapa mall bisa naik 50 persen 100 persen. Biasanya sepi bisa jadi padat banget," kata Ridwan di Gandaria City, Jakarta, Selasa, 6 Agustus 2019.

    Dia juga mengatakan mall-mall tidak terlalu butuh adanya kompensasi dari PLN. "Kami tahu juga PLN tidak sengaja seperti itu kan. Cuma kami minta ya lain kali jangan begitu juga. Kalau kita bilang minta kompensasikan gak fair juga sebab mati listrik itu kemarin malah (mall) jadi penuh banget," ujarnya.

    Di lokasi yang sama, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia atau Aprindo, Roy N Mandey mengatakan jumlah pengunjung mall rata-rata 30 ribu. Namun untuk mall seperti Gandaria City dan Kota Kasablanka bisa mencapai 80 hingga 100 ribu.

    Dua hari lalu, terjadi pemadaman listrik dari pukul 11.48 hingga hampir tengah malam di Jawa Barat, Jakarta dan Banten. Hal itu  berawal dari gangguan beberapa kali pada Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran- Pemalang. Gangguan itu membuat tegangan listrik turun drastis dan berdampak menyebabkan pembangkit Depok dan Tasik gangguan.

    PLN telah mengaktifkan 15 pembangkit listrik untuk mengalirkan suplai listrik ke sistem kelistrikan Jawa-Bali. Dari kelima belas pembangkit tersebut, dihasilkan listrik dengan kapasitas total 12.378 megawatt (MW).

    Selain 15 pembangkit yang telah mulai aktif mengalirkan listrik pada Selasa 6 Agustus 2019 pagi ini, PLN juga akan menambah tiga pembangkit lagi. Ketiga pembangkit ini dijadwalkan akan menjalani sinkronisasi sistem pada malam ini. Selain itu, 23 gardu induk tegangan ekstra tinggi (GITET) juga telah beroperasi. 

    "Alhamdulillah seluruh sistem sudah normal dan kami akan terus menjaga kestabilan sistem ini," kata Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani melalui keterangan resmi, Selasa.

    Kelima belas pembangkit yang sudah beroperasi pagi ini adalah PLTU Suralaya 7 unit; Pembangkit cilegon 1 unit; Pembangkit Muara Karang blok 1 dan 2; PLTU Muara Karang 2 unit; dan Pembangkit Priok blok 1 sd 4.

    Selain itu juga ada PLTU Lontar 3 unit, PLTP Salak, PLTA Saguling, PLTA Cirata, dan PLTU Labuan 1 unit. Juga ditambah PLTU Lestari Banten Energi, PLTP di Jawa Barat, Pembangkit listrik Muaratwar blok 1 sd 5,PLTU Cirebon Electric Power, dan PLTU Indramayu 2 unit. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.