Padam Listrik, Kemendag: UKM Banyak yang Terdampak

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang guru tengah memeriksa tugas muridnya di dalam ruang kelas yang gelap akibat padamnya aliran listrik di MTs Annajah, Jalan Ciledug Raya, Jakarta, Senin, 5 Juli 2019. Sekolah memulangkan murid lebih awal karena gelapnya ruang kelas, matinya mesin pendingin serta kurang tersedianya air untuk kebutuhan MCK dan Wudhu akibat padamnya listrik di kawasan tersebut. ANTARA

    Seorang guru tengah memeriksa tugas muridnya di dalam ruang kelas yang gelap akibat padamnya aliran listrik di MTs Annajah, Jalan Ciledug Raya, Jakarta, Senin, 5 Juli 2019. Sekolah memulangkan murid lebih awal karena gelapnya ruang kelas, matinya mesin pendingin serta kurang tersedianya air untuk kebutuhan MCK dan Wudhu akibat padamnya listrik di kawasan tersebut. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti mengatakan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang tidak punya genset pasti terganggu proses produksinya karena padam listrik di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Karena UKM pada diam dan tidak mau bicara, kata dia, Kemendag belum mendapatkan laporan pasti yang terdampak.

    Dia mencontohkan seperti pengusaha ikan bisa terdampak karena oksigen yang mati. "Pastinya banyak yang terdampak," kata Tjahja di Gandaria City, Jakarta, Selasa, 6 Agustus 2019.

    Dua hari lalu, terjadi pemadaman listrik dari pukul 11.48 hingga hampir tengah malam di Jawa Barat, Jakarta dan Banten. Hal itu  berawal dari gangguan beberapa kali pada Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran- Pemalang. Gangguan itu membuat tegangan listrik turun drastis dan berdampak menyebabkan pembangkit Depok dan Tasik gangguan.

    "PLN telah melakukan upaya-upaya maksimal dan akan melakukan evaluasi internal untuk mencegah terulangnya kejadian hari ini" kata Plt. Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani.

    GM Unit Induk Pusat Pengatur Beban Edwin Nugraha Putra menjelaskan padam listrik itu disebut N minus 3. Dia mengatakan N minus 3 artinya terdapat 3 sirkuit listrik yang terganggu. Yaitu, kata dia, di Pemalang-Ungaran terdapat dua sirkuit listrik di sistem utara. Kemudian di sisi selatan atau di Depok dan Tasikmalaya ada pemeliharaan 1 sirkuit.

    "Sehingga ada total ada tiga sirkuit. Nah dua sirkuit di atas gangguan. Jadi langsung ada tiga sirkuit totalnya, disebut. N minus 3. Gangguan N minus 3 tadi, terjadi satu kondisi yang disebut tegangan turun dengan cepat sehingga sirkuit yang bertahan tadi lepas. Akibatnya terlepaslah sistem barat dan timur," kata Edwin. "Ini makanya kita sekarang emergency".

    Siang ini, PT PLN telah mengaktifkan 15 pembangkit listrik untuk mengalirkan suplai listrik ke sistem kelistrikan Jawa-Bali. Dari kelima belas pembangkit tersebut, dihasilkan listrik dengan kapasitas total 12.378 megawatt (MW).

    Selain 15 pembangkit yang telah mulai aktif mengalirkan listrik pada Selasa 6 Agustus 2019 pagi ini, PLN juga akan menambah tiga pembangkit lagi. Ketiga pembangkit ini dijadwalkan akan menjalani sinkronisasi sistem pada malam ini. Selain itu, 23 gardu induk tegangan ekstra tinggi (GITET) juga telah beroperasi. 

    "Alhamdulillah seluruh sistem sudah normal dan kami akan terus menjaga kestabilan sistem ini," kata Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani melalui keterangan resmi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.