Kereta Semi Cepat Jakarta - Surabaya Bakal Dibangun Tahun Depan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ahad, 7 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ahad, 7 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Kereta Semi Cepat Jakarta - Surabaya direncanakan mulai dibangun pada pertengahan tahun 2020, menyusul segera ditandatanganinya nota kesepahaman dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) selepas 17 Agustus mendatang.

    "MoU akan dilakukan menyeluruh. Nah studi kelayakan ini kan ada satu hal-hal yang dihitung kembali, Jepang akan melakukan studi kelayakan, misalnya jalan akan dipindah ke mana, tingkat kelandaiannya dikurangi, serta desain-desain di mana mesti berhenti dan sebagainya," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Senin petang, 5 Agustus 2019.

    Selain itu, tutur Budi Karya, pihak Jepang juga akan melakukan survey guna menetapkan desain, dan menghitung anggarannya. Sehingga, saat pembangun di mulai pada tahun depan, semua persiapan sudah relatif matang.

    "Ini sama seperti dilakukan di MRT kan butuh waktu panjang tetapi kita tetap puas dengan yang dilakukan karena persiapan begitu matang, enggak ada lagi suatu deviasi berkaitan dengan teknik dan risiko teknik sudah diperhitungkan dengan baik," kata Budi.

    Budi mengatakan proyek ini membutuhkan nilai investasi sekurangnya Rp 60 triliun kendati JICA menyebut modalnya sebesar Rp 90 triliun. "Kami akan mengupayakan tidak lebih jauh dari Rp 60 triliun tapi kami memang membuat pembangunan bertahap," kata dia. Biaya itu akan ditutup oleh pinjaman dari JICA, sementara lahan disiapkan oleh pemerintah.

    Adapun untuk rel, baru akan dibangun dari Jakarta hingga Semarang dan dari Semarang ke Surabaya menggunakan rel lama yang diperkuat. Rel yang disiapkan bakal diupayakan mengurangi tikungan dan jalur terjal. Pasalnya, itu akan membuat kereta menjadi lambat. "Jalur menikung dan menanjak itu mesti disederhanakan," Budi menambahkan.

    Dalam hal kecepatan, Budi mengatakan kereta disiapkan semi-cepat dengan kecepatan rata-rata 140 kilometer per jam sampai dengan 145 kilometer per jam, dan kecepatan tertinggi mencapai 160 kilometer per jam. Ia merencanakan waktu tempuh Jakarta - Surabaya tidak lebih dari 5,5 hingga 6 jam. "Sehingga kalau semi-cepat 24 jam bisa bolak balik dua kali bisa efisien," kata dia.

    Konstruksi kereta semi cepat yang dimulai pertengahan tahun depan itu, kata Budi, direncanakan rampung dalam dua tahun atau hingga 2022. Apabila rampung pada pertengahan 2022, kereta akan diujicoba selama enam bulan dan akan beroperasi penuh pada akhir 2022.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.