Dua Hari Pasca Pemadaman Listrik, Rupiah Masih Loyo

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bursa efek dan kurs Rupiah. Getty Images

    Ilustrasi bursa efek dan kurs Rupiah. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua hari pasca insiden pemadaman listrik parah yang memukul dunia usaha, nilai tukar Rupiah masih melemah. Hari ini, Selasa 6 Agustus 2019, kurs Rupiah menyentuh posisi Rp14.344 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor).

    Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.344 per dolar AS. Artinya, Rupiah melemah 113 poin atau 0,79 persen dari posisi Rp14.231 pada Senin kemarin. 

    Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar Rupiah di pasar spot terpantau melemah 64 poin atau 0,45 persen ke level Rp14.319 per dolar AS pada pukul 10.44 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Sebelumnya, nilai tukar Rupiah memang dibuka melemah 75 poin atau 0,53 persen ke level Rp14.330 per dolar AS, setelah pada akhir perdagangan Senin ditutup melemah 70 poin ke level Rp14.255 per dolar AS.

    Sepanjang perdagangan hari ini, Rupiah bergerak pada kisaran Rp14.307 – Rp14.359 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat, yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya, terpantau melemah 0,12 poin atau 0,12 persen ke level 97,402 pada pukul 10.33 WIB.

    Sama dengan nilai tukar Rupiah yang terkoreksi pasca pemadaman listrik, indeks dolar AS dibuka di zona merah. Pasar dolar AS dibuka dengan pelemahan 0,285 poin atau 0,29 persen ke level 97,237, setelah pada akhir perdagangan Senin ditutup melemah 0,552 persen atau 0,56 poin ke level 97,522. Sepanjang pagi ini, indeks dolar AS bergerak pada kisaran 97,208 – 97,414.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.