Listrik Padam, PLN: Banten dan Jawa Barat Normal Pukul 20.00

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Pengadaan Strategis I PLN Sripeni Inten Cahyani menjelaskan kepada media terkait rencana pembangunan PLTA Tanah Kuning di Kalimantan Utara, di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat, Jumat 26 Juli 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Direktur Pengadaan Strategis I PLN Sripeni Inten Cahyani menjelaskan kepada media terkait rencana pembangunan PLTA Tanah Kuning di Kalimantan Utara, di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat, Jumat 26 Juli 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Plt. Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara(Persero) Sripeni Inten Cahyani mengatakan penormalan pelanggan PLN di Banten dan Jawa Barat masih sekitar empat hingga lima jam dari pukul 16.27 WIB. "Mudah-mudahan tidak sampai pukul 00.00 WIB. Kami berupaya semaksimal mungkin recovery sistem kelistrikan," kata Sripeni di kantor Unit Induk Pusat Pengatur Beban Gandul, Depok, Ahad, 4 Agustus 2019.

    Hal itu, kata dia bisa terjadi setelah masuknya Gardu Induk Tegangan Extra Tinggi (GITET) Balaraja yang akan menuju ke PLTU Suralaya. "Diperkirakan akan beroperasi secara bertahap hingga 6 jam ke depan untuk penormalan seluruh sistem Jawa Barat dan Banten," ujarnya.

    Adapun, kata dia, pemadaman yang dialami pelanggan listrik di Jawa Barat, Jakarta dan Banten berawal dari gangguan beberapa kali pada Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran- Pemalang.

    "PLN telah melakukan upaya-upaya maksimal dan akan melakukan evaluasi internal untuk mencegah terulangnya kejadian hari ini" kata Inten.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.