2020, Kemenhub Gelontorkan Subsidi Rp 180 M untuk LRT Palembang

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rangkaian Light Rail Transit (LRT) Palembang melintas di atas Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan, Senin, 23 Juli 2018. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Rangkaian Light Rail Transit (LRT) Palembang melintas di atas Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan, Senin, 23 Juli 2018. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menggelontorkan subsidi untuk pengoperasian lintas rel terpadu atau LRT Palembang, Sumatera Selatan sebesar Rp180 miliar pada tahun 2020. Angka ini meningkat dari subsidi tahun 2019 yang sebesar Rp 123 miliar.

    "Untuk tahun ini Rp 123 miliar subsidi, untuk 2020 Rp180 miliar,"kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri di Kantornya di Jakarta Pusat, Jumat, 2 Agustus 2019.

    Zulfikri mengatakan, subsidi yang lumayan besar ini diberikan untuk pengoperasian LRT Sumatera Selatan guna menarik masyarakat untuk menggunakan moda transportasi baru tersebut. Selama ini okupansi LRT rendah bukan karena daya beli, namun belum tersosialisasikan dengan baik.

    "Ini kita masih dalam upaya untuk mengenalkan teknologi baru transportasi agar kenal dulu masyarakat," katanya.

    Menurut Zulfikri, skenario pemberian subsidi tersebut berlangsung sampai tahun 2020 dalam rangka sosialisasi. Namun, setelah itu maka subsidi akan dikurangi dan semakin menurun seiring dengan penambahan jumlah penumpang serta pengelolaan aset. "Di tahun keempat atau 2022, nanti akan berkurang menjadi Rp 89 miliar," tambahnya.

    Saat ini, LRT Palembang sudah menunjukkan peningkatan, di antaranya untuk tingkat keterisian pernah mencapai 100 persen menjelang Idul Fitri 2019 lalu. Dia menyebutkan, jumlah penumpang tertinggi per hari mencapai sekitar 9.000 orang, di mana rata-rata harian ada 5.000 orang.

    Kemenhub menargetkan untuk pengoperasian  LRT secara ultimate pada September mendatang, yakni dengan mempersingkat  waktu kedatangan kereta dari 30 menit menjadi 15 menit. Adapun waktu tempuh juga dipangkas dari 50 menit menjadi 30 sampai 45 menit.

    "Sekarang satu rangkaian ada delapan kereta, nanti kita potong jadi enam kereta untuk dari Bandara ke kota Stasiun Cinde, karena memang rata-rata penumpang cuma sampai ke kota, tidak sampai ke stasiun DJKA," ungkap Zulfikri

    Zulfikri menjelaskan, bahwa pemotongan rute  tersebut disebabkan oleh permintaan masyarakat yang tinggi dan juga guna memancing mereka untuk naik LRT. LRT Palembang juga akan diintegrasikan dengan moda lain, yaitu bus Transmusi yang rutenya sudah disiapkan, "jadi ada konsep feeder," katanya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.