Dekati Milenial Sebelum Pemindahan Ibu Kota, Ini Alasan Bappenas

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara kawasan Bukit Nyuling, Tumbang Talaken Manuhing, Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Kamis, 25 Juli 2019. Pada Mei lalu, Presiden Joko Widodo telah meninjau kelaikan kawasan tersebut terkait wacana pemindahan ibu kota negara. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Foto udara kawasan Bukit Nyuling, Tumbang Talaken Manuhing, Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Kamis, 25 Juli 2019. Pada Mei lalu, Presiden Joko Widodo telah meninjau kelaikan kawasan tersebut terkait wacana pemindahan ibu kota negara. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sembari mematangkan rencana pemindahan ibu kota, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas mulai gencar mensosialisasikannya ke masyarakat. Sasaran utama Bappenas adalah kalangan milenial, agar mereka mengetahui benar rencana pemindahan ibu kota itu.

    Selama Juli - Agustus, Bappenas menggelar road show ke tiga kota yakni Surabaya, Yogyakarta dan Bogor untuk mensosialisasikan pemindahan ibu kota. Di Yogyakarta, sosialisasi itu dilakukan di SMA Negeri 7 dengan menggelar diskusi panel bertajuk ‘Suara Millenials : Harapanmu untuk Ibu Kota Negara Baru’ pada Jumat 2 Agustus 2019.

    “Yang mengalami, mengisi ibukota baru di sana itu nanti kan ASN (aparatur sipil negara) dari generasi anak-anak muda yang sekarang masih duduk di SMA atau kuliah ini,” ujar  Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas, Rudy Soeprihadi Prawiradinata di Yogyakarta, Jumat. 

    Rudy menuturkan sebagai ibukota baru, tentu lokasi yang dipilih akan butuh banyak sumber daya manusia. Generasi milenial saat inilah yang kelak lulus dan berminat melamar menjadi ASN, sehingga akan diarahkan mengisi berbagai posisi di ibukota baru.

    Dari road show yang digelar di Surabaya dan Yogya, Rudy menangkap respons positif dari kalangan milenial atas pemindahan ibu kota Indonesia ke Kalimantan. Hanya saja, berbagai informasi teknis memang belum tersampaikan. Seperti prosesnya bagaimana, konsepnya seperti apa dan mulai dibangun kapan.

    Kementerian PPN/Bappenas pun telah mengukur dampak ekonomi pemindahan ibu kota dan melakukan modelling. "Kalau ibu kota pindah ke Kalimantan, pergerakan perdagangan dalam provinsi ibu kota baru dan antar provinsi di Indonesia akan bergerak sangat positif," ujar Rudy.

    Alasannya, jika pemindahan ibu kota dilakukan di Kalimantan, lebih dari 50 persen wilayah Indonesia akan merasakan peningkatan arus perdagangan, menciptakan dorongan investasi yang lebih luas pada wilayah lain. Keterkaitan ekonomi ibu kota baru dengan provinsi lain juga akan menjadi salah satu pendorong investasi di provinsi lain", ujar Rudy.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.