Selasa, 17 September 2019

Bappenas Rancang Sistem Drainase Ibu Kota Baru Ramah Lingkungan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diskusi bertajuk

    Diskusi bertajuk "Pindah Ibu Kota Negara: Belajar dari Pengalaman Negara Sahabat" yang dihadiri Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro dan Duta Besar Brasil untuk Indonesia, Rubem Barbosa di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Rabu, 10 Juli 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menitikberatkan pada pembuatan drainase sebagai tampungan air dalam rancangan pembangunan ibu kota baru untuk menghindari persoalan banjir.

    “Kita tidak mau ada kasus air yang tergenang dan tidak terserap dengan baik ke dalam tanah dan menyebabkan banjir,” kata Bambang dalam Dialog Nasional III: Pemindahan Ibu Kota Negara Negara di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis, 1 Agustus 2019.

    Bambang menambahkan, penyebab banjir di Indonesia bukan hanya diakibatkan oleh iklim, tetapi juga karena jeleknya fasilitas drainase. Maka dari itu Kepala Bappenas, juga telah menyiapkan sistem perancangan serta pembangunan infrastrukturnya.

    “Semua harus dipersiapkan dengan baik agar warga pun nyaman karena fasilitas yang ada,” ujarnya.

    Dia menuturkan, saat ini pemerintah terkait sedang meneliti secara komprehensif terkait persoalan banjir yang sering melanda DKI Jakarta. Kajian dilakukan agar banjir tidak melanda di ibu kota negara yang baru.

    Bambang menjelaskan, dalam master plan dan urban desain, disiapkan rancangan pemodelan sistem drainase. Sistem itu mengalirkan air hujan langsung pada sumur resapan, sehingga dapat digunakan kembali sebagai air bersih.

    “Sistem drainase ini akan meminimalkan air yang terbuang dan waktu resapan yang maksimal dengan menggunakan material berdaya resap tinggi (permeable), green roof di vertical housing untuk menampung dan infiltrasi air hujan, dan lokasi untuk urban garden, serta penyediaan daerah resapan dan tampungan air,” ungkapnya.

    Ia pun mengatakan, dengan dukungan teknologi yang mumpuni dan dalam semangat mengembangkan kota ramah lingkungan dan hemat energi, ibu kota baru akan mengadopsi Circular Water Management System.

    Sistem yang rencananya diterapkan di ibu kota baru ini nantinya akan mengolah kembali air yang jatuh ke tanah menjadi air bersih langsung dapat digunakan oleh warganya. Selain itu, Bambang menambahkan, dengan sistem pengolahan air yang baik, akan menyediakan air siap minum, berasal dari pipa yang disediakan.

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.