BNI Setor Modal Tahap Pertama LinkAja

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menyaksikan aplikasi LinkAja di area Grand Launching LinkAja di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Ahad, 30 Juni 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menyaksikan aplikasi LinkAja di area Grand Launching LinkAja di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Ahad, 30 Juni 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menggelontorkan Rp 225 miliar kepada anak usaha PT BNI Sekuritas sebagai bagian dari rencana penyertaan modal kepada PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), pengelola LinkAja.

    General Manager Pengelola Perusahaan Anak BNI Afien Yuni Yahya membenarkan hal tersebut. “[Suntikan modal] di BNI Sekuritas, sebagiannya untuk Finarya,” katanya kepada Bisnis, Kamis, 1 Agustus 2019.

    Setelah aksi korporasi tersebut, modal disetor BNI Sekuritas berubah dari Rp 133,13 miliar menjadi Rp 433,13 miliar. Komposisi akhir pemegang saham akan berubah bila SBI Financial Services, Co. Ltd, pemegang saham lain, tidak mengambil haknya.

    Apabila SBI Financial Services tidak mengambil porsinya, kepemilikan di BNI Sekuritas terdilusi menjadi 7,68 persen dari sebelumnya mencapai 25 persen. Sementara itu kepemilikan saham BBNI di BNI Sekuritas menjadi 92,32 persen.

    Penambahan modal tidak mengubah pengendalian perseroan terhadap BNI Sekuritas. Dengan demikian perseroan tetap menjadi pemegang saham pengendali.

    Setelah menyuntik modal kepada anak usaha PT BNI Sekuritas, BNI masih menyimpan rencana pertumbuhan anorganik tahun ini, yakni pendirian modal ventura dan pengembangan bisnis general insurance, dan pengembangan bisnis digital banking. Perseroan menyiapkan anggaran sekitar Rp 4 triliun untuk memfasilitasi ekspansi anorganik BNI pada tahun ini.

    Adapun selanjutnya untuk penyertaan modal kepada Finarya, BNI berharap akan dapat dilakukan melalui perusahaan modal ventura. Perseroan masih menyisakan dua tahap untuk memiliki perusahaan patungan antar perusahaan pelat merah tersebut.

    Sebelumnya Direktur Keuangan BNI Anggoro Eko Cahyo menyatakan bahwa untuk penyertaan modal tahap pertama ke Finarya, BNI akan menggunakan BNI Sekuritas. BNI sekuritas menjadi kendaraan sebab jadwal penyertaan modal ke Finarya tahap pertama jatuh pada 31 Juli 2019 lalu. Sebagai sebuah bank, BNI tak bisa langsung menyertakan modal ke Finarya yang bukan lembaga jasa keuangan.

    “Untuk penyertaan modal kedua dan ketiga tentunya kami harap akan dilakukan melalui perusahaan modal ventura,” kata Anggoro belum lama ini.

    BNI kelak akan memiliki sekitar 17 persen saham Finarya, pengelola LinkAja. Perseroan menyiapkan dana Rp 600 miliar.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.