The Fed Turunkan Suku Bunga, Darmin Bicara Dampaknya ke BI Rate

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menjadi pembicara dalam acara Dies Natalis ke-11 Program Vokasi Universitas Indonesia, Depok, Senin, 22 Juli 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menjadi pembicara dalam acara Dies Natalis ke-11 Program Vokasi Universitas Indonesia, Depok, Senin, 22 Juli 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution  menanggapi kebijakan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve atau The Fed, yang baru saja menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Ia mengatakan banyak faktor yang menjadi penentu penyesuaian suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI rate. Pernyataan ini disampaikan per Rabu, 31 Juli 2019.

    “Tentu saja kalau tingkat bunga itu ya penentunya ada beberapa, satu inflasi di dalam negeri, kedua globalnya bagaimana,” kata Darmin saat ditemui dalam acara Pekan Riset Sawit Indonesia 2019 yang diadakan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis, 1 Agustus 2019.

    Namun Darmin, yang juga pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2010-2013, ini tidak memberikan pandangan penurunan ini akan menjadi stimulus bagi BI untuk kembali menurunkan suku bunga acuannya. Pada 18 Juli 2019, BI memang sudah menurunkan 25 basis poin, dari 6 persen menjadi 5,75 persen. “Kita harus lihat dulu, satu inflasi bagus atau enggak. Kedua, dunia ini bagaimana arahnya,” kata dia. 

    Adapun, penurunan yang dilakukan The Fed tersebut merupakan yang pertama kalinya sejak krisis keuangan global 2008, di tengah peningkatan kekhawatiran atas ketegangan perdagangan, ekonomi global yang melambat, dan tekanan inflasi yang diredam.

    Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan penetapan suku bunga The Fed, memangkas target untuk suku bunga acuan federal fund(FFR) sebesar 25 basis poin ke kisaran 2 persen hingga 2,25 persen setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari, sejalan dengan harapan pasar.

    "Sepanjang tahun ini, pertumbuhan global yang lemah, ketidakpastian kebijakan perdagangan, dan inflasi yang diredam telah mendorong FOMC untuk menyesuaikan penilaiannya terhadap jalur suku bunga yang tepat," kata Ketua Fed Jerome Powell pada konferensi pers, Rabu sore, 31 Juli 2019.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.