Bank Mandiri Targetkan Duit Rp 10 M Kembali Semua Minggu Depan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi Bank Mandiri. TEMPO/Aditia Noviansyah

    ilustrasi Bank Mandiri. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk. (Persero) atau BMRI menargetkan proses pengembalian dana atas saldo nasabah yang tiba-tiba bertambah bakal rampung minggu depan. Hingga kemarin, Bank Mandiri menyatakan jumlah dana yang belum dikembalikan sudah terus menurun.

    "Setiap hari jumlah dana yang belum dikembalikan terus menurun. Diharapkan seminggu ke depan akan selesai," kata Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi kepada Tempo, Selasa 30 Juli 2019. Kendati demikian, Hery enggan menjelaskan berapa jumlah dana yang telah dikembalikan tersebut.

    Pada Sabtu, 20 Juli 2019 pagi, Bank Mandiri mengalami error sistem atau gangguan yang membuat saldo nasabah bertambah maupun berkurang secara drastis. Gangguan itu terjadi akibat adanya error saat akan dilakukan perpindahan dan pemeliharaan proses dari core system ke back up system yang rutin dilaksanakan setiap akhir hari. 

    Tercatat, sebanyak 10 persen nasabah Bank Mandiri yang dilaporkan mengalami kehilangan atau pertambahan saldo secara tiba-tiba. Namun, layanan Bank Mandiri telah kembali beroperasi 100 persen pada Sabtu sore, 20 Juli 2019. 

    Bank Mandiri mencatat, terdapat 2.600 nasabah yang saldonya bertambah dan langsung menarik duitnya. Menurut catatan Bank Mandiri masih sekitar 260 nasabah yang belum mengembalikan uang kepada bank.

    Adapun nilai total saldo yang belum dikembalikan mencapai sekitar Rp 10 miliar. Namun, Bank Mandiri tidak akan memberi sanksi bagi nasabah yang belum mengembalikan itu.

    Hery menuturkan, BMRI memiliki sejumlah langkah supaya nasabah yang belum mengembalikan dana setelah saldonya bertambah tiba-tiba usai kejadian error sistem segera mengembalikan dana. Salah satunya, lewat opsi pemotongan saldo langsung oleh Bank Mandiri terhadap dana nasabah yang tebukti menarik duit saat terjadinya error dan belum mengembalikan.

    "Kami punya opsi pemotongan saldo langsung yang bisa dilakukan, sepanjang telah dilakukan komunikasi terlebih dahulu dengan nasabah," tutur Hery.

    Selain memiliki opsi itu, Bank Mandiri juga memiliki strategi lain supaya dana tersebut bisa kembali. Hery mengatakan bank pelat merah ini telah melakukan cara persuasif untuk memberitahu nasabah supaya kelebihan saldo itu segera dikembalikan kepada bank. Menurut dia, sejumlah nasabah tersebut cukup paham dan mengerti.

    DIAS PRASONGKO | HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.