Bukan Cina, Investor Asing Terbesar di RI Ternyata Singapura

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong saat ditemui awak media usai menggelar kegiatan halal bihalal di kantorny, Jakarta Selatan, Selasa 18 Juni 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong saat ditemui awak media usai menggelar kegiatan halal bihalal di kantorny, Jakarta Selatan, Selasa 18 Juni 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM mencatat bahwa Singapura merupakan investor asing yang paling banyak menanamkan modal ke Indonesia pada triwulan II 2019. Berdasarkan data terbaru BKPM, Singapura menggelontorkan investasi senilai US$ 3,4 miliar atau 23,9 persen dari total Penaman Modal Asing. 

    “Singapura negara teratas dengan investasi terbesar (ke Indonesia) disusul empat negara lain,” kata Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Farah Ratnadewi Indriani dalam konferensi pers di kantor BKPM, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa, 30 Juli 2019. 
     
    Menurut BKPM, realisasi PMA yang masuk ke Indonesia pada triwulan II 2019 tercatat sebesar Rp 104,9 triliun. Angka ini naik 9,6 persen dari tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, negara penanam investasi terbesar kedua setelah Singapura ialah Jepang. Negeri matahari terbit itu menanam modal di Indonesia sebesar US$ 2,4 miliar atau setara dengan 16,9 persen dari total investasi. 
     
    Sementara itu, peringkat ketiga diduduki oleh Cina yang mencatatkan PMA sebesar US$ 2,3 miliar atau 16,2 persen dari total penanaman modal asing. Sementara itu, Hong Kong menyusul dengan penanaman modal sebesar US$ 1,3 milar atau 9,2 persen, sedangkan Malaysia menanam modal US$ 1 miliar atau 7 persen dari jumlah keseluruhan PMA. 
     
    Farah mengatakan Indonesia bakal menggeber investasi dengan peningkatan pemantauan izin berusaha. Saat ini, perizinan berusaha menggunakan sistem daring bertajuk online single submission atau OSS. "OSS memfasilitasi persoalan yang dihadapi pelaku usaha dalam merealisasikan investasinya,” ucap Farah. 
     
    Sepanjang triwulan II, total investasi keseluruhan yang masuk ke Indonesia, baik PMA maupun penanaman modal dalam negeri atau PMDN mencapai Rp 200,5 triliun. Jumlah ini meningkat 13,7 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu. Selain PMA, PMDN menyumbang penanaman modal sebesar Rp 95,6 triliun. 
     
    Adapun menurut daerahnya, realiasi investasi untuk triwulan II terbanyak ditanamkan untuk proyek-proyek di Jawa Barat yang mencapai 15,6 persen dari total investasi. Kemudian, DKI Jakarta tercatat 14,9 persen dari total investasi, Jawa Timur 9,7 persen; Jawa Tengah 7,4 persen, dan Banten sebesar 6 persen. 
     
    BKPM menargetkan investor asing yang masuk ke Indonesia pada akhir tahun dapat tumbuh dobel digit. Berdasarkan angkanya, total target investasi masuk sampai pengujung 2019 dipatok Rp 792 triliun. 
     
    FRANCISCA CHRISTY ROSANA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.