Kurangi Ketergantungan ke Asing, Darmin Nasution Dorong Menabung

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution usai mencoblos di TPS 20 Pancoran, Jakarta, Rabu, 17 April 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution usai mencoblos di TPS 20 Pancoran, Jakarta, Rabu, 17 April 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mendorong masyarakat untuk menabung. Dengan demikian Indonesia bisa mengurangi ketergantungan akan dana asing dalam pembangunan.

    "Modal asing masuk enggak masalah, tapi kalau kita perlu uang dari luar untuk menutupi kebutuhan investasi kita yang tidak bisa diimbangi dengan tabungan, maka semakin lama akan semakin banyak ketergantungan kita kepada dana asing," kata Darmin di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta, Selasa, 30 Juli 2019.

    Darmin mengatakan pemerintah mesti meminjam ke negara lain atau mengundang modal asing masuk lantaran kebutuhan investasi tidak bisa dipenuhi oleh dana di tabungan. "Kalau kita tabungannya secara nasional hanya 100 tetapi kita perlu bangun dan dibutuhkan 110 investasi. Apa yang terjadi? Kita pasti harus pinjam atau undang modal asing masuk."

    Menurut Darmin, tidak masalah Indonesia menerima suntikan modal asing. Persoalan baru datang bila terlalu banyak uang orang asing untuk kebutuhan dalam negeri, baik untuk usaha maupun non usaha. Sehingga, Darmin berharap adanya kenaikan tabungan nasional. Sehingga kebutuhan investasi pun bisa ditutupi.

    "Kalau ada selisihnya tidak banyak kita bisa undang PMA ke negara kita, tapi kalau terlalu banyak kebutuhan kita dari dana asing yang bukan penanaman modal, artinya orang datang ke sini menempatkan dananya di pasar modal atau di bank, maka kalau terjadi gejolak di dunia, rupiah bisa melemah karena dana asing itu kembali ke negerinya," ujar Darmin.

    Saat ini, kata Darmin, masih banyak masyarakat, khususnya pemuda, yang sudah memiliki penghasilan namun belum memanfaatkan lembaga keuangan misalnya untuk menabung. Buktinya, pertumbuhan dana pihak ketiga pada tahun ini masih lebih rendah ketimbang pertumbuhan kredit.

    Dalam praktiknya, Darmin memberi contoh para pedagang yang menyimpan duit hasil dagangannya dan langsung dibelanjakan lagi. "Ada kesempatan yang hilang di situ. Kalau dia terbiasa memasukkan uang ke bank, maka bank bisa kenali dia. Kalau tidak dimasukkan, bank enggak akan mengenal anda," tutur Darmin Nasution.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.