Obat Sakit Hati Nasabah, Bank Mandiri Bagikan Voucher Online

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga tengah mengantri di tempat penukaran uang pecahan kecil (UPK) di Parkiran IRTI Monas, Jakarta, Jumat 17 Mei 2019. Penukaran UPK bagi masyarakat umum itu diselenggarakan Bank Indonesia dan 17 bank nasional hingga 29 Mei 2019 mendatang. Masyarakat cukup membawa Identitas pribadi untuk menukarkan UPK hingga maksimal Rp3,9 juta. Tempo/Tony Hartawan

    Warga tengah mengantri di tempat penukaran uang pecahan kecil (UPK) di Parkiran IRTI Monas, Jakarta, Jumat 17 Mei 2019. Penukaran UPK bagi masyarakat umum itu diselenggarakan Bank Indonesia dan 17 bank nasional hingga 29 Mei 2019 mendatang. Masyarakat cukup membawa Identitas pribadi untuk menukarkan UPK hingga maksimal Rp3,9 juta. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Bisnis dan Jaringan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., Hery Gunadi menyebutkan sekitar 3.300 nasabah mengajukan protes ketika bank BUMN ini mengalami error pada 20 Juli lalu. Untuk menenangkan nasabah yang komplain, pihak bank pun akhirnya memberikan kompensasi.

    Menurut Hery, selain membagikan e-money, Bank Mandiri juga memberikan sejumlah voucher untuk nasabah yang mengajukan keluhan di 2.700-an kantor cabang se-Indonesia. "Obat sakit hati nasabah," kata dia di kantor Ombudsman, Jakarta, Senin, 29 Juli 2019.

    Sejauh ini, tutur Hery, komplain nasabah sudah tertangani dengan baik. Adapun, kata dia, pada saat error terjadi sekitar 1,5 juta nasabah terkena dampak. Dari jumlah itu, terdapat 2.600 rekening yang diblokir. Namun, pada Sabtu malam kejadian, sudah tertangani kembali.

    Dia memastikan, saat ini tidak ada lagi dana nasabah yang hilang, dan semua dana aman. Error yang terjadi waktu, itu hanya berdampak pada tampilan saldo.

    "Tapi semua sudah kami perbaiki. Semua aman. Ini tidak ada kaitan dengan hacker. Ini murni karena kesalahan kecil, hanya berampak pada segelintir nasabah," ujar Hery.

    Sebelumnya, Bank Mandiri mengalami gangguan atau error system yang membuat saldo nasabah bertambah maupun berkurang secara drastis pada Sabtu 20 Juli 2019 pagi. Gangguan itu terjadi akibat adanya error saat akan dilakukan perpindahan dan pemeliharaan proses dari core system ke back up system yang rutin dilaksanakan setiap akhir hari. Sekitar 10 persen nasabah Bank Mandiri mengalami kehilangan atau pertambahan saldo secara tiba-tiba.

    Layanan Bank Mandiri sendiri telah kembali beroperasi 100 persen pada Sabtu sore, Keluhan dari nasabah sebelumnya muncul di sejumlah daerah maupun lewat media sosial dengan tagar Mandiri Error.

    Pasca proses normalisasi saldo rekening nasabah, Bank Mandiri memastikan seluruh layanan kembali beroperasi normal. Layanan tersebut meliputi Mandiri online, internet banking, SMS banking, ATM dan EDC.

    HENDARTYO HANGGI | EKO WAHYUDI | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.