Banyak Perusahaan Relokasi, Ridwan Kamil: Investasi Tetap Masuk

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, optimis target kunjungan 49,8 juta orang wisatawan ke Jabar tahun 2019 bakal tercapai.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, optimis target kunjungan 49,8 juta orang wisatawan ke Jabar tahun 2019 bakal tercapai.

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan, lebih dari 140 perusahaan di Jawa Barat tutup, atau relokasi dari wilayahnya gara-gara upah. Kendati demikian, ia mengklaim bahwa investasi baru juga terus mengucur ke Jawa Barat. 

    Tahun lalu misalnya, tutur Ridwan Kamil, Jawa Barat berhasil membukukan realisasi investasi baru senilai Rp 160 triliun. “Saya kemana-mana 10 bulan itu, mendapatkan Rp 30 triliun dari Amazon, Rp 3 triliun dari pabrik (pengolahan) plastik (ke biodiesel), nanti Hyundai Rp 200 triliun di Karawang. Banyak,” kata dia di Bandung, Senin 29 Juli 2019.

    Ridwan Kamil menyebutkan, mayoritas investasi baru yang masuk di Jawa Barat berjenis padat modal. “Padat modal maksimal, yang tekstil atau padat karyanya relatif lebih sedikit dibandingkan padat modal. Sebenarnya masa depan kita lebih banyak ke sana sehingga skill warga Jawa Barat kita naikkan, dari yang skill rendah ke skill tinggi,” ujarnya.

    Ihwal 140 lebih pabrik yang relokasi, Ridwan Kamil menyebut hal itu karena kesenjangan upah di Jawa Barat yang sangat tinggi.  Soal sistem upah ini pula yang  disoroti perwakilan ILO. “Ini yang jadi sorotan mereka, subjektivitas pengupahan ini gap-nya terlalu jauh. Contoh Pangandaran Rp 1,6 juta, kalua tidak salah dengan Karawang Rp 4,2 juta, bisa sampai Rp 2,5 juta bedanya,” kata dia.

    Ketua Apindo Jawa Barat Dedy Widjaja membenarkan soal kesenjangan upah yang tinggi itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.