Bandara Dilarang Beroperasi saat Idul Adha, Antisipasi Lion Air?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Lion Air. Tempo/Aditia Noviansyah

    Pesawat Lion Air. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Lion Air Group menanggapi soal keputusan Bupati Aceh Besar Mawardi Ali soal bandara dilarang beroperasi saat Idul Adha dan Idul Fitri .

    Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengaku belum bisa memastikan dampak ekonomi yang akan timbul akibat larangan bandara beroperasi tersebut. Ia hanya menjamin jika Lion Air Group akan meminimalisir dampak yang mungkin terjadi.

    “Kami akan meminimalisir dampak yang timbul agar operasional Lion Air Group tidak terganggu. Dalam rangka memberikan pelayanan terbaik bagi tamu, pebisnis, wisatawan dari dan menuju Banda Aceh yang dilayani oleh Lion Air Group,” ujar Danang saat dihubungi Tempo pada Senin, 29 Juli 2019.

    Hal ini merespons keputusan Bupati Aceh Besar Mawardi Ali melarang Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) beroperasi di waktu-waktu tertentu pada hari raya Idul Adha dan Idul Fitri.

    Lebih jauh, kata Danang, Lion Air Group memastikan akan mematuhi himbauan pembatasan waktu operasional yang bakal berlaku di bandara tersebut. “Kita akan mengikuti aturan tersebut, yaitu soal operasional di jam tertentu saat Idul Adha dan Idul Fitri. Menuju Aceh Besar melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda,” ucapnya.

    Danang mengatakan selama ini Lion Air Group melayani penerbangan dari dan menuju Bandara SIM menggunakan tiga maskapai penerbangan. Yaitu Lion Air yang melayani rute Bandara SIM-Medan-Jakarta (sebaliknya), Batik Air yang melayani penerbangan Bandara SIM-Jakarta (sebaliknya) dan Malindo Air dengan rute Bandara SIM-Penang (sebaliknya).

    Berdasarkan jadwal harian maskapai yang bernaung di bawah Lion Air Group yang tertera di situs resminya, himbauan pembatasan waktu pengoperasian setidaknya akan mengubah jadwal tiga penerbangan. Baik yang terbang dari dan menuju Bandara SIM.

    Pertama, penerbangan Lion Air rute Bandara SIM-Medan-Jakarta pada pukul 6 pagi. Lalu penerbangan Batik Air dari Jakarta menuju Bandara SIM pada pukul 07.45 (take off) – 10.35 (landing). Terakhir, penerbangan Batik Air dari Bandara SIM menuju Jakarta yang terbang pada pukul 11.15 WIB.

    Danang menjelaskan selama ini pihaknya juga sudah mengikuti aturan yang berlaku di daerah tersebut. “Selama ini juga kita ikuti sesuai aturan yang sudah disepakati. Contohnya imbauan menggunakan jilbab bagi pramugari,” ucapnya.

    Imbauan pembatasan waktu operasional di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda dikeluarkan oleh Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali. Pembatasan berlaku saat perayaan Hari Raya Idul Adha dan Idul Fitri.

    "Hanya untuk 12 jam (penghentian aktivitas), berlaku mulai pukul 00.00 sampai jam 12.00 siang pada hari H (hari raya)," ujar Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, dalam konferensi pers di Aceh Besar pada Jumat, 26 Juli 2019. 

    Mawardi juga menegaskan pada Idul Fitri dan Idul Adha merupakan hari yang sakral bagi umat Islam. Oleh karena itu, pihaknya meminta maskapai yang melayani penerbangan di bandara tersebut untuk menghentikan penerbangan.

    "Dalam rangka pelaksanaan dan penegakan syariat Islam di Aceh Besar, kami mengimbau pihak Bandara SIM dan seluruh maskapai untuk menghentikan seluruh penerbangan, baik yang lepas landas maupun mendarat," kata Bupati Aceh Besar itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.