AP II: Jika Bandara SIM Ditutup Saat Idul Adha, Tak Seperti Bali

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Boeing 707 Militer Amerika Serikat mendarat darurat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Aceh, 24 Maret 2017. Pesawat yang berangkat dari Diego Garcia menuju Jepang itu terpaksa mendarat darurat karena salah satu mesin pesawat terbakar. ANTARA/Ampelsa

    Pesawat Boeing 707 Militer Amerika Serikat mendarat darurat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Aceh, 24 Maret 2017. Pesawat yang berangkat dari Diego Garcia menuju Jepang itu terpaksa mendarat darurat karena salah satu mesin pesawat terbakar. ANTARA/Ampelsa

    TEMPO.CO, Jakarta - General Manager PT Angkasa Pura II untuk Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar Yos Suwagiono menyatakan penutupan yang mungkin dilakukan di Bandara SIM kala Idul Fitri dan Idul Adha tak seperti yang terjadi di Bali saat Nyepi. Menurut dia, penutupan hanya berlangsung selama 12 jam sehingga tak terlampau mempengaruhi pergerakan penerbangan.

    "Penutupan di (Bandara Internasional Ngurah Rai) Bali (saat Nyepi) kan 24 jam dengan frekuensi penerbangan yang padat. Kalau di Aceh, penutupan cuma 12 jam dan tidak ada pembatalan penerbangan," ujar Yos saat dihubungi Tempo pada Senin, 29 Juli 2019.

    Yos menjelaskan, bandara hanya diminta ditutup saat pukul 00.00 hingga 12.00 WIB. Pada rentang jam tersebut, hanya terdapat dua penerbangan kedatangan.

    Keduanya adalah penerbangan maskapai Citilink dari Halim Perdanakusuma Jakarta dan AirAsia dari Kuala Lumpur. Yos menjelaskan, sebagian besar penerbangan di Bandara SIM Aceh, baik keberangkatan maupun kedatangan, dilakukan setelah pukul 12.00 WIB hingga menjelang petang.

    Karena itu, ujar dia, bandara tak mencatat adanya potensi kehilangan pendapatan atau potential lost revenue. Meski demikian, ia memastikan wacana penutupan bandara masih akan dikaji secara lebih dalam.

    Yos mengatakan permintaan penutupan itu akan digodok di level otoritas bandara dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Nantinya, pihak yang berwewenang memastikan diterima atau tidaknya permohonan penutupan ialah Kementerian Perhubungan. "Kalau AP II hanya menjalankan tugas sebagai operator," ucapnya.

    Pemerintah Kabupaten Aceh Besar sebelumnya meminta Angkasa Pura II menghentikan penerbangan pada hari pertama Idul Adha dan Idul Fitri. Bupati Kabupaten Aceh Besar Mawardi Ali menyatakan Idul Fitri dan Idul Adha merupakan hari yang sakral bagi umat Islam.

    "Dalam rangka pelaksanaan dan penegakan syariat Islam di Aceh Besar, kami menghimbau pihak Bandara SIM dan seluruh maskapai untuk menghentikan seluruh penerbangan, baik yang lepas landas maupun mendarat," kata Mawardi.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.