Pelabuhan Tanah Ampo Bakal Jadi Tempat Sandar Yacht dan Cruise

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ahad, 7 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ahad, 7 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bakal mengembangkan Pelabuhan Tanah Ampo di Kabupaten Karangasem untuk mendukung sektor pariwisata di Bali. Pelabuhan itu direncanakan bakal menjadi tempat sandar kapal-kapal Yacht dan Kapal Pesiar (Cruise).

    Budi menyebut pemerintah akan menawarkan pembangunan pelabuhan ini melalui skema kerja sama pemanfaatan (KSP). Skema ini dipilih Menhub agar pelayanan dan pembangunan dikelola secara profesional.

    "Dan kita harap swasta punya kompetensi di bidang konektivitas laut seperti cruise, yacht yang akan ada di sini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 27 Juli 2019. Budi menargetkan pengerjaan pembangunan Pelabuhan Tanah Ampo dapat selesai pada tahun 2021.

    Senada dengan Budi, Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan pelabuhan ini memang didesain untuk kapal cruise dan yacht yang datang ke Bali, sehingga harus dipersiapkan sebagai pelabuhan berstandar internasional.

    "Jadi ini tidak hanya membangun pelabuhan tapi juga akan diintegrasikan dengan konsep pembangunan ekonomi Kabupaten Karangasem dan sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan transportasi dan mendukung sektor pariwisata," kata Budi.

    Pemerintah setempat menyambut baik rencana pembangunan lanjutan Pelabuhan Tanah Ampo. Pemerintah setempat berharap dengan adanya pembangunan ini maka perekonomian masyarakat khususnya di Kabupaten Karangasem akan meningkat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.