Antisipasi Kemarau, Kemensos Siapkan 200 Ton Beras per Provinsi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani membajak sawahnya yang mengalami kekeringan di Persawahan kawasan Citeureup, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 2 Juli 2019. Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika atau (BMKG) memprakirakan Indonesia akan dilanda musim kemarau sampai Agustus 2019. ANTARA

    Petani membajak sawahnya yang mengalami kekeringan di Persawahan kawasan Citeureup, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 2 Juli 2019. Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika atau (BMKG) memprakirakan Indonesia akan dilanda musim kemarau sampai Agustus 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Sosial menyiapkan empat langkah untuk mengantisipasi dampak musim kemarau tahun ini yang diperkirakan lebih panjang dan kering dibandingkan tahun 2018. Salah satu upaya yang dilakukan Kemensos adalah menyiagakan cadangan beras pemerintah yang siap dikeluarkan jika Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat dari kepala daerah terbit.

    Total beras cadangan yang akan diberikan yaitu 200 ton untuk setiap gubernur dan 100 ton untuk bupati dan wali kota. “Kalau kurang bisa diajukan tambahan ke menteri,” kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat saat dihubungi di Jakarta, Jumat, 26 Juli 2019.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG sebelumnya telah merilis data perkembangan kondisi musim kemarau di sejumlah wilayah di Indonesia. Berdasarkan data BMKG, 35 persen wilayah Indonesia pada awal Juli lalu telah memasuki musim kemarau. Wilayah yang telah memasuki musim kemarau yaitu seperti meliputi pesisir utara dan timur Aceh, Sumatera Utara bagian utara, hingga sebagian Maluku, dan Papua bagian selatan. 

    Selain itu, musim kemarau tahun ini diprediksi akan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2019. Sejumlah daerah diperkirakan mengalami musim kemarau panjang, misalnya 21 hari tanpa hujan. Dengan demikian, sejumlah wilayah memasuki status waspada kekeringan. Wilayah lain memasuki status awas dan siaga karena tidak terpapar hujan selama lebih dari 31 hari.

    Selain beras, ada juga bufferstock seperti lauk pauk, makanan siap saji, hingga makanan anak. Harry menjelaskan, bufferstock ini bakal ditempatkan di tiga gudang regional milik Kemensos, 34 gudang dinas sosial provinsi, dan 514 gudang dinas sosial di kabupaten/kota.

    Upaya kedua yaitu menyiapkan 37 ribu personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang tersebar di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia.“Setiap personel telah memiliki kemampuan manajemen logistik, layanan dukungan psikososial, advokasi sosial, dan manajemen pengungsi,” kata Harry.,

    Upaya ketiga untuk mengantisipasi musim kemarau itu adalah dengan menyiapkan sarana dan prasarana di daerah. Kemensos menyiagakan lima fasilitas utama yang biasa mereka siagakan di kondisi bencana. Lima fasilitas tersebut yaitu mobil rescue tactical unit (RTU), mobil tangki air, truk, mobil dan motor dapur umum lapangan (DUMLAP), dan motor trail. Lalu upaya keempat adalah menyiapkan tempat pengungsian di seluruh panti sosial dan kantor dinas sosial di daerah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.