Ini 2 PR Ignasius Jonan Menjelang Berakhirnya Masa Tugas

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Ignasius Jonan (berkacamata hitam) saat meresmikan PLTMG Sumbawa di NTB, Kamis, 25 Juli 2019. TEMPO/Kodrat Setiawan

    Menteri ESDM Ignasius Jonan (berkacamata hitam) saat meresmikan PLTMG Sumbawa di NTB, Kamis, 25 Juli 2019. TEMPO/Kodrat Setiawan

    TEMPO.CO, Surabaya - Di sisa masa tugas sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan berusaha menyelesaikan dua program yang sudah dicanangkan.

    Pertama, rasio elektrifikasi atau perbandingan jumlah penduduk yang menikmati listrik dengan total penduduk. Jonan menargetkan rasio elektrifikasi di Indonesia mencapai 99,3 persen. "Ya kalau beruntung bisa 99,5 persen," kata Jonan menjawab pertanyaan Tempo, Kamis, 25 Juli 2019.

    Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019, rasio elektrifikasi pada akhir 2019 mencapai 97,5 persen. Sedangkan, kata Jonan, saat ini rasio elektrifikasi sudah mencapai 98,8 persen.

    Program kedua yang ingin diselesaikan Jonan menjelang habis masa tugasnya adalah BBM Satu Harga. Dia menargetkan tahun ini ada 170 titik daerah terdepan, terluar, dan tertinggal menikmati program BBM Satu Harga.

    Menurut Jonan, saat ini tercatat 163 titik sudah menikmati BBM Satu Harga. Dengan begitu kurang 7 titik lagi untuk memenuhi target tersebut. "Ya dalam waktu 2 bulan setengah ini bisa lah," kata dia.

    Jonan mengatakan dengan selesainya program yang telah dicanangkannya, Menteri ESDM penggantinya tidak perlu menyelesaikan program yang lama.

    Selain itu, Jonan berharap program mandatori B30 atau campuran biodiesel 30 persen mulai berjalan awal tahun depan. Menurut dia, program B30 saat ini sedang diujicoba. "Ini untuk mengurangi impor BBM," kata Ignasius Jonan.

    KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.