Gubernur Khofifah Bakal Bangun LRT di Madura

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berada di Stasiun Boulevard Utara, setelah menjajal kereta Light Rail Transit (LRT), di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019. PT LRT Jakarta menggelar uji publik bersama masyarakat secara gratis mulai 11 hingga 21 Juni 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    Warga berada di Stasiun Boulevard Utara, setelah menjajal kereta Light Rail Transit (LRT), di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019. PT LRT Jakarta menggelar uji publik bersama masyarakat secara gratis mulai 11 hingga 21 Juni 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa segera menyiapkan desain kereta ringan alias Light Rail Transit atau LRT untuk mendukung pengembangan Indonesia Islamic Science Park di kaki Jembatan Suramadu bagian Madura. Moda transportasi itu dirancang untuk mendukung perpindahan di taman yang direncanakan seluas 101 hektare itu.

    "Memang kita butuh LRT karena kalau 101 hektare, orang mau jalan butuh berapa hari di situ, misalnya," kata Khofifah di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Kamis, 25 Juli 2019.

    Proyek Indonesia Islamic Science Park, ujar Khofifah, telah masuk ke dalam rencana strategis dalam mengembangkan wilayah Suramadu. Pekerjaan itu nantinya akan dikelola oleh Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura.

    Rencananya, tutur Khofifah, lahan itu akan disiapkan 20 persen untuk edukasi, 30 persen untuk seni, dan 50 persen untuk wisata. Beberapa hal yang bakal ada di taman tersebut antara lain pasar terapung, museum islami dengan teknologi augmented reality, dan fasilitas lainnya.

    Dengan konsep itu, Taman Sains Islami tersebut diharapkan bisa menarik gravitasi keuangan syariah ke Indonesia. "Detail plannya kita pernah jelaskan ke beberapa instansi, calon-calon investor, kami ingin deputi investasi di dalam struktur baru BPWS ini akan bisa menarik banyak investor ke Madura," kata Khofifah.

    Khofifah belum merinci besar kebutuhan untuk proyek tersebut. Namun, ia mengatakan sudah ada beberapa calon investor dari dalam negeri, Timur Tengah, hingga Cina yang siap berpartisipasi dalam pembangunan proyek tersebut.

    "Saat ini saya hanya bisa menyampaikan lahannya, kira-kira butuh 101 hektare, Part A dan Part B itu 101 hektare," ujar Khofifah. Taman dan LRT itu, menurut Khofifah adalah untuk menjawab rencana lima tahun ke depan.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?