Marak Kekerasan Seksual, Gojek Beri Fitur Keamanan Tambahan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gojek meluncurkan logo baru untuk menandai 9 tahun kiprahnya sebagai perusahaan aplikasi. Peluncuran tersebut dilakukan di kantor Gojek, Pasaraya Blok M, Senin, 22 Juli 2019, dan dihadiri CEO Gojek Nadiem Makarim, Co-Founder Gojek Kevin Aluwi, serta Presiden Gojek Andre Sulistyo. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Gojek meluncurkan logo baru untuk menandai 9 tahun kiprahnya sebagai perusahaan aplikasi. Peluncuran tersebut dilakukan di kantor Gojek, Pasaraya Blok M, Senin, 22 Juli 2019, dan dihadiri CEO Gojek Nadiem Makarim, Co-Founder Gojek Kevin Aluwi, serta Presiden Gojek Andre Sulistyo. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Malang - PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) telah menyiagakan satuan tugas (Satgas) 24 jam untuk melacak korban kekerasan dan pelecehan seksual bagi mitra dan pelangganya. Sebab, pelanggan dan mitra Gojek berpotensi menjadi korban pelecehan hingga kekerasan seksual di ruang publik.

    “Satgas akan langsung mendatangi korban, 24 jam,” kata Head of Regional Corporate Affairs East Java Gojek, Alfianto Domy Aji di Malang, Kamis 25 Juli 2019.

    Gojek juga akan membantu pemulihan fisik dan pendampingan psikis korban. Sedangkan, jika masuk ranah pidana Gojek akan menyediakan bantuan hukum untuk para korban.

    Selain itu, Gojek menyediakan fitur keamanan, di aplikasi berupa tombol darurat dan bagikan perjalanan. Tombol darurat terhubung langsung ke satgas untuk segera mendapat bantuan. “Pengguna juga bisa membagikan informasi perjalanan kepada kerabat. Sehingga posisinya bisa dilacak,” ujarnya.

    Fasilitas ini diberikan untuk memberikan rasa aman dan nyaman pelanggan Gojek terhadap tindak kejahatan yakni pelecehan kekerasan seksual. “Pelanggan terbanyak perempuan. Juga ada perempuan tangguh yang menjadi mitra, berpotensi menjadi korban,” katanya.

    Jika ada mitra yang menjadi pelaku kekerasan seksual, kata Dommy, tak ada ampun jika terbukti mereka akan ditindak dengan sanksi putus mitra..Sedangkan jika masuk kategori pidana, manajemen tak segan melaporkan ke polisi.

    Gojek menggandeng Hollaback! Jakarta untuk membekali mitra agar ikut terlibat aktif mencegah kekerasan seksual. Dimulai mengindentifikasi bentuk kekerasan seksual terhadap perempuan "Termasuk pelecehan sesual yang dilakukan secara verbal," kata Dommy.

    Keamanan bagi pelanggan Gojek, katanya, menjadi prioritas. Pelatihan dilakukan di 30 kota dan menjangkau 4 ribu mitra.  Mereka dilatih untuk terlibat aktif mencegah kekerasah seksual di ruang publik.

    EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.