Mayoritas Investor Tolak Tim Ekonomi Jokowi Diisi Politisi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panel ahli Katadata Insight Center, Damhuri Nasution menjelaskan hasil survei Katadata Investor Confidence Index (KICI) kuartal II 2019 di FX Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis, 25 Juli 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    Panel ahli Katadata Insight Center, Damhuri Nasution menjelaskan hasil survei Katadata Investor Confidence Index (KICI) kuartal II 2019 di FX Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis, 25 Juli 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Katadata Insight Center (KIC) melakukan survei terhadap 260 investor institusi yang mengelola dana investasi sebesar Rp 700 triliun. Hasilnya, 65 persen dari ratusan perusahaan investasi ini ingin tim ekonomi kabinet Presiden Joko Widodo atau Jokowi di periode kedua, diisi seluruhnya oleh kalangan profesional.

    Sementara, 32 persen masih ingin tim ekonomi diisi secara berimbang oleh kalangan profesional dan politisi. “Hanya 3 persen investor institusi yang menilai tim ekonomi ideal jika diisi oleh politisi,” kata CEO Katadata, Metta Dharmasaputra dalam Press Talk “Tim Ekonomi Kabinet Idaman Investor” di Jakarta, Kamis, 25 Juli 2019.

    Dari banyak tim ekonomi ini, Metta menyebut ada dua jabatan yang dinilai strategis oleh investor yaitu Menteri Keuangan dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Untuk jabatan Menteri Keuangan, 96 persen investor ingin jabatan ini diisi kalangan profesional. Lalu 3 persen saja yang ingin jabatan ini diisi profesional terafiliasi partai dan 1 persen dari politisi.

    Data ini, kata Metta, menunjukkan bahwa posisi Menteri Keuangan dari kalangan profesional menjadi perhatian utama para investor. Seandainya Jokowi memilih menteri dari kalangan politisi, kemungkinan akan ada konsekuensi lanjutan yang diberikan investor dan pasar. “Jadi jangan pertaruhkan jabatan Menteri Keuangan kalau ingin lari dengan cepat,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.