Menteri Darmin: Inflasi di 5 Provinsi Meleset dari Target

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa membuka Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2019 di Ruang Papandayan Gedung Sate, Bandung, Jumat, 11 Januari 2019.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa membuka Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2019 di Ruang Papandayan Gedung Sate, Bandung, Jumat, 11 Januari 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyebut masih ada daerah yang laju inflasinya di atas sasaran inflasi nasional. Kendati, secara nasional, laju inflasi tahun 2018 masih terjaga sesuai target, yaitu pada kisaran 3,5 persen dengan deviasi 1 persen.

    "Untuk tingkat provinsi, terdapat lima provinsi yang berada di atas sasaran. Sedangkan, untuk tingkat kabupaten atau kota, tercatat ada delapan kabupaten/kota yang berada di atas sasaran nasional dalam hal Indeks Harga Konsumen," kata Darmin di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis, 25 Juli 2019. 

    Berdasarkan data Kementerian Koordinator Perekonomian, lima provinsi tersebut antara lain Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Papua, dan Papua Barat. Sementara delapan kabupaten atau kota yang dimaksud adalah Watampone, Sorong, Tarakan, Merauke, Sampit, Manokwari, Palu, dan Jayapura.

    Secara umum, Darmin mengatakan realisasi Inflasi pada empat tahun terakhir dapat dijaga pada kisaran 3 persen dengan laju inflasi di 2018 sebesar 3,13 persen year-on-year, dan inflasi di Juni 2019 sebesar 3,28 persen yoy. Sehingga, pencapaian tersebut masih dalam rentang sasaran nasional.

    Diihat dari penyebabnya, inflasi harga bergejolak terutama karena pangan alias volatile foods, yang pada 2018 adalah sebesar 3,39 persen yoy. Angka itu naik pada Juni 2019 menjadi 4,91 persen yoy. Sementara, inflasi inti masih terjaga dengan laju inflasi sebesar 3,07 persen yoy pada 2018 dan 3,25 persen yoy pada Juni 2019. Sebaliknya, inflasi harga yang diatur pemerintah alias administered price menunjukkan penurunan signifikan dari 3,36 persen yoy pada 2018 menjadi 1,89 persen yoy di Juni 2019.

    Terjaganya realisasi inflasi pada 2018, ujar Darmin, tak terlepas dari berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah pusat dan daerah, serta Bank Indonesia, melalui implementasi Strategi 4K. Strategi tersebut terdiri atas keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

    “Strategi 4K akan terus kami lanjutkan untuk menjaga capaian inflasi pada tahun ini dengan fokus utama kepada ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi,” tutur Darmin.

    Ke depan, pemerintah daerah diharapkan dapat mengoptimalkan infrastruktur yang telah dibangun, serta melakukan berbagai inovasi untuk mengendalikan inflasi. Contohnya dengan membangun jalan provinsi, kabupaten atau desa yang terkoneksi dengan jalan tol, sehingga pusat produksi dapat terhubung langsung ke pasar tujuan.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.