Cegah Gagal Panen karena Kekeringan, Kementan Kebut Masa Tanam

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menghadapi musim kekeringan, Kementerian Pertanian (Kementan) mengimbau dinas pertanian di kabupaten dan kota untuk memaksimalkan alat mesin pertanian (alsintan) agar petani dapat terus berproduksi. (Foto: Shutterstock)

    Menghadapi musim kekeringan, Kementerian Pertanian (Kementan) mengimbau dinas pertanian di kabupaten dan kota untuk memaksimalkan alat mesin pertanian (alsintan) agar petani dapat terus berproduksi. (Foto: Shutterstock)

    TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Pertanian mengklaim telah melakukan langkah strategis untuk mengantisipasi ancaman gagal panen sebagai dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Sumarjo Gatot Irianto mengatakan, Kementan telah menggencarkan percepatan tanam di beberapa kawasan yang berdekatan dengan waduk di Pulau Jawa.

    “Di Jawa, wilayah yang dekat dengan waduk seperti Jatiluhur kami percepat tanam. Misalnya di Bekasi, Subang, Indramayu, Cirebon,” katanya dalam pesan pendek pada Kamis, 25 Juli 2019. 

    Selain itu, kata Sumarjo, pihaknya telah mendistribusikan pompa air di beberapa kawasan terdampak, khususnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah, untuk menangani masalah lahan-lahan pertanian yang kering. Alat pemompa air merupakan alat mitigasi yang akan menggenjot air dari dalam tanah untuk melancarkan irigasi. 

    Di luar Jawa, Kementerian Pertanian juga telah melakukan percepatan tanam. “Kami genjot tanam di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi,” ujar Gatot.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sebelumnya merilis data perkembangan terkait kondisi musim kemarau di sejumlah wilayah di Indonesia. Berdasarkan data BMKG, 35 persen wilayah Indonesia pada awal Juli lalu telah memasuki masim kemarau.

    Musim kemarau tahun ini diprediksi akan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2019. Sejumlah daerah diperkirakan mengalami musim kemarau panjang, misalnya 21 hari tanpa hujan. Dengan demikian, sejumlah wilayah memasuki status waspada kekeringan.

    Menurut laporan Unit Pelaksana Teknis Daerah – Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPTD BPTPH) Dinas Pertanian Provinsi, kekeringan pada pertanaman padi selama periode Januari hingga Juni 2019 lebih rendah 78,18 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu. 

    Sedangkan kekeringan pada musim kemarau April hingga September 2019 disinyalir lebih rendah 75,87 persen dibandingkan dengan musim kemarau tahun sebelumnya. Adapun puso pada musim kemarau April hingga September 2019  lebih rendah 98,94 persen ketimbang 2018.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.