Ekspor Obat ke Polandia, Ferron Sejalan dengan Nawa Cita Jokowi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dexa

    Dexa

    INFO BISNIS — PT Ferron Par Pharmaceuticals, salah satu kelompok usaha Dexa Group, tahun ini kembali mengembangkan sayap bisnisnya ke jazirah Eropa. Pada 2 Juli lalu, ekspor perdana ke Polandia telah dilakukan oleh PT Ferron, setelah sebelumnya sukses menembus pasar Inggris pada 2008 dan Belanda pada 2018. Produk yang diekspor oleh Ferron ke Polandia adalah Avamina SR®.

    Acara “Pelepasan Ekspor Perdana Produk PT Ferron Par Pharmceuticals ke Polandia” dihadiri oleh Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Penny K. Lukito, Direktur Jenderal Industri Kimia Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono, Duta Besar Polandia untuk Republik Indonesia H.E. Beata Stoczyska, serta jajaran direksi Dexa Group, di pabrik PT Ferron Par Pharmaceuticals, Cikarang, Jawa Barat.

    “Jadi, betul-betul Dexa Group selalu berkinerja, terus meningkatkan kinerjanya untuk berkontribusi kepada bangsa. Bukan hanya saya melihat (sebagai) aspek pelaku usaha yang terus berkembang tingkat ekspornya, tetapi jelas-jelas ini adalah sama-sama kita berkontribusi tentunya dalam pencapaian agenda-agenda pemerintah sekarang, Nawa Cita. Berbagai Nawa Cita, bukan hanya satu Nawa Cita ini implikasinya,” ujar Kepala Badan POM Penny Lukito dalam sambutannya.

    Nawa Cita merupakan program prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang pada poin keenam berisi tentang meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional. Produk Avamina SR® yang berhasil masuk pasar Polandia merupakan bukti bahwa inovasi anak bangsa mampu bersaing di tingkat internasional.

    Ekspor produk untuk diabetes Avamina SR® ke Polandia ini bukan hanya sebagai milestone perusahaan. Tetapi lebih dari itu, produk ini adalah produk karya anak bangsa yang dibuat di site Cikarang, sebagai produk farmasi berteknologi sustained release pertama dari perusahaan farmasi nasional, yang berhasil diekspor ke Polandia,” kata Direktur Utama PT Ferron Par Pharmaceuticals Krestijanto Pandji.

    Krestijanto menambahkan, kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan RI atas saran dan harapan untuk mewujudkan kemandirian perusahaan farmasi nasional dalam memproduksi obat-obatan, sehingga kami dapat merealisasikan harapan itu.

    Melalui ekspor produk farmasi untuk penderita diabetes ini, diharapkan dapat memberikan devisa bagi negara sekaligus mempererat kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Polandia, terutama untuk produk-produk berteknologi tinggi. Polandia merupakan salah satu negara highly regulated market untuk produk farmasi, di mana negara ini dikenal memiliki persyaratan yang sangat ketat dan standar tinggi untuk produk farmasi.

    “Pemerintah sangat menghargai investasi dan perluasan pasar PT Ferron Par Pharmaceutical bagi pengembangan fasilitas produksi dalam negeri sehingga dapat meningkatkan kualitas dan daya saingnya di pasar health care internasional,” ujar Dirjen IKFT Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono.

    Ekspor perdana ke negara Polandia yang sekaligus menggenapi tiga negara tujuan ekspor Dexa Group di Eropa, terbilang istimewa. Pasalnya, momen ini bersamaan dengan 50 tahun perjalanan dan dedikasi Dexa Group di bidang farmasi, yang tak hanya menunjukkan komitmen yang tinggi pada dunia kesehatan, namun sekaligus membuktikan bahwa produk Indonesia mampu bersaing di ranah global.

    Avamina SR® adalah produk dengan zat aktif yang sama dengan produk Glucient® SR yang telah diekspor ke Inggris dan Belanda, juga produk Glumin XR yang dipasarkan di Indonesia. Kabar baiknya, produk Glucient® SR yang diekspor ke Inggris berada di posisi kedua untuk obat dengan kandungan zat aktif Metformin Sustained Release. Hal ini membuktikan bahwa produk Indonesia pun memiliki daya saing yang tinggi dengan teknologi sustained release, kualitas yang memenuhi standar internasional, serta harga bersaing.

    Produk Avamina SR® merupakan obat untuk penderita diabetes yang mengandung zat aktif Metformin berteknologi sustained release (SR). Teknologi ini dirancang untuk menyederhanakan dosis sekaligus memperpanjang durasi kerja obat, dengan mekanisme kerja yang dapat larut perlahan bersamaan dengan melepaskan obat pada jangka waktu tertentu hingga mencapai kadar stabil dalam plasma darah. Oleh karena itu, obat ini cukup dikonsumsi sekali waktu dalam sehari, bersamaan saat makan malam. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.