Ekspansi ke Afrika, BUMN Bakal Teken Proyek KA dan Tambang Emas

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan rangkuman hasil pertemuan G20 di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan rangkuman hasil pertemuan G20 di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN),  Fajar Harry Sampurno menyebut setidaknya ada enam proyek anyar yang bakal diteken oleh perusahaan pelat merah dengan sejumlah negara Afrika dalam Indonesia - Africa Infrastructure Dialogue 2019 di Bali pada Agustus mendatang.

    "Kira-kira ada enam atau tujuh yang akan ditandatangani di Bali," ujar Fajar selepas acara Afternoon Tea dengan perwakilan negara-negara Afrika di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu, 24 Juli 2019. 

    Namun, ia masih belum mau mengungkap total nilai proyek yang bakal diteken tersebut. Fajar berharap nominal kerjasama itu bisa melampaui tahun sebelumnya. Adapun pada Indonesia - Africa Forum tahun lalu pemerintah berhasil menggaet kerjasama senilai total US$ 586 juta.

    Pekerjaan yang bakal disepakati itu antara lain adalah proyek kereta api di Madagaskar, serta proyek pertambangan di Sudan. "Ada berbagai macam pertambangan, mulai dari timah, krom, hingga emas," kata Fajar.

    Anak usaha Garuda Indonesia, GMF AeroAsia juag direncanakan...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.