OJK Cermati Risiko Kredit Bank Akibat Potensi Gagal Bayar

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rasio Kredit Macet Syariah Menurun

    Rasio Kredit Macet Syariah Menurun

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mulai mencermati risiko munculnya potensi default (gagal bayar) kredit perbankan. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana memastikan, segala risiko yang bakal mempengaruhi perbakan akan terus diawasi.

    "Saya katakan loan at risk, kami pasti cermati beberapa debitur yang gagal bayar, seberapapun pengaruhinya terhadap bank. Namun, sejauh ini saya lihat belum terlalu menganggu kinerja bank secara umum," kata Heru kepada awak media di Menara Radius Prawiro, Jakarta Pusat, Rabu 24 Juli 2019.

    Sebelumnya, dunia industri dikejutkan dengan sejumlah kejadian default atau gagal bayar perusahaan terhadap kredit yang dikucurkan oleh perbankan. Kasus terbaru terkait gagal bayar itu saat ini menimpa sebuah perusahaan yang bergerak di bidang tekstil yakni Duniatex Group.

    Duniatex dikabarkan tengah kesulitan untuk membayar kewajiban utang dari anak usaha senilai hampir US$ 11 juta. Akibat kabar ini, lembaga pemeringkat Fitch Ratings menurunkan peringkat kredit PT Duta Merlin Dunia Textile, salah anak usaha di bawah Duniatex Group.

    Meskipun demikian, Heru mengatakan, dirinya yakin sejumlah kejadian potensi gagal bayar tersebut tidak belum berdampak pada munculnya kredit macet yang tercermin lewat rasio non performing loan (NPL) bank. Dia mengatakan, bank masih memiliki mekanisme restrukturisasi sebelum potensi gagal bayar tersebut mempengaruhi NPL.

    "Jadi tidak harus jadi kredit macet, karena ada proses restrukturisasi. Kalau itu jadi lancar kembali karena prosesnya bener kan ngga akan menganggu NPL," kata Heru.

    Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menambahkan, beberapa kasus potensi gagal bayar yang terjadi saat ini belum berpengaruh pada ekonomi maupun industri. Dia menilai, kondisi tersebut adalah kasus spesifik yang berkaitan dengan internal perusahaan. "Kalau default yang ada, itu kasus spesifik yang ngga ada kaitanya dengan ekonomi atau industri secara umum. Jadi tidak bisa diambil kesimpulan secara keseluruhan," katanya.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.